Harga Pangan Nasional dan Jawa Barat: Lonjakan Harga Cabai Merah Besar di Tengah Stabilitas Beras

BANDUNG – Berdasarkan data pantauan harga rata-rata pangan di pasar tradisional per tanggal 28 April 2026, terjadi fluktuasi harga yang cukup mencolok pada sejumlah komoditas utama, baik secara nasional maupun secara spesifik di wilayah Jawa Barat.

Sorotan utama hari ini tertuju pada komoditas hortikultura, di mana harga cabai merah besar mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

Mengutip dari laman PIHPS BI secara nasional, harga cabai merah besar merangkak naik sebesar 4,71%, namun di Jawa Barat kenaikannya jauh lebih tajam mencapai 13,05% atau setara dengan Rp 6.200, yang memaksa harganya menyentuh angka Rp 53.700 per kilogram.

Kontras dengan kenaikan tersebut, harga cabai rawit merah justru mengalami koreksi yang cukup dalam, di mana secara nasional turun lebih dari 8% dan di Jawa Barat merosot hingga 11,69% menjadi Rp 62.300 per kilogram, memberikan sedikit angin segar bagi para konsumen di tengah naiknya harga bumbu dapur lainnya seperti bawang merah yang melonjak Rp 2.750 di tanah Pasundan.

Baca Juga:  Dilema Ketahanan Pangan: Stok Pupuk Indramayu Aman, Tapi Bayang-Bayang Krisis Energi Menghantui

Sementara itu, sektor komoditas beras menunjukkan kondisi yang relatif terkendali meskipun terdapat perbedaan tren antara pusat dan daerah.

Secara nasional, hampir seluruh kelas kualitas beras mengalami kenaikan tipis di angka Rp 50 per kilogram, namun untuk wilayah Jawa Barat, harga beras terpantau sangat stabil tanpa adanya perubahan sama sekali.

Beras kualitas super di Jawa Barat bertahan di kisaran Rp 16.000 hingga Rp 17.100 per kilogram, sementara kualitas medium tetap pada angka Rp 14.750 hingga Rp 15.350 per kilogram.

Baca Juga:  Tepat Hari Buruh, Wakil Ketua Ansor Jabar Ahmad Fathoni Mulai Olah 3.000 m² Lahan Kentang Granola L di Kertasari

Stabilitas yang sama juga terlihat pada harga gula pasir lokal di Jawa Barat yang ajek di harga Rp 18.700 per kilogram, berbeda tipis dengan rata-rata nasional yang mengalami kenaikan moderat sebesar Rp 50 ke level Rp 19.250 per kilogram.

Di sektor protein hewani dan minyak goreng, masyarakat dapat sedikit bernapas lega karena harga daging ayam dan telur kompak mengalami penurunan baik secara nasional maupun di level provinsi.

Baca Juga:  Wamentan: Jangan Potong Sapi Betina Saat Idul Adha

Di Jawa Barat, harga daging ayam ras segar kini berada di angka Rp 36.200 per kilogram setelah turun Rp 500, sementara telur ayam ras turun menjadi Rp 28.100 per kilogram.

Untuk kebutuhan minyak goreng, terjadi pergerakan harga yang bervariasi di mana minyak goreng kemasan bermerek masih menunjukkan tren kenaikan tipis di kisaran Rp 100 hingga Rp 150 per kilogram.

Secara keseluruhan, laporan akhir April ini menggambarkan adanya tekanan pada harga bumbu dapur dan minyak goreng, namun masih terimbangi oleh stabilnya pasokan beras serta penurunan harga pada sektor daging dan telur ayam.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *