Hanya 7 Persen Telur Ayam Peternak Ciamis Terserap Dapur MBG

CIAMIS – Potensi produksi telur ayam dari peternak rakyat di Kabupaten Ciamis terbilang cukup besar, mencapai angka 40 ton per hari. Namun, realitas di lapangan menunjukkan angka yang jauh dari harapan, di mana penyerapan hasil produksi tersebut oleh program strategis negara, Makan Bergizi Gratis (MBG), baru mencapai sekitar tujuh persen saja. Sebagian besar hasil produksi justru masih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pasar umum.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakan) Kabupaten Ciamis, Asri Kurnia, mengungkapkan hal tersebut pada Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, pihak terkait sebenarnya telah melakukan langkah-langkah persiapan, mulai dari sosialisasi hingga pendataan kebutuhan pangan, yang dilaksanakan bersama Koordinator Satuan Pelayanan dan Pengelola Gizi (SPPG). Kendati demikian, angka keterserapan yang tercatat hingga saat ini masih sangat rendah.

Baca Juga:  Dugaan Pencabulan di Ponpes Ciawi, Polres Bogor Agendakan Pemeriksaan Pengajar dan Santri Terlapor

“Sebagian besar produksi masih mengalir untuk kebutuhan masyarakat umum. Padahal kami sudah melakukan sosialisasi dan pendataan kebutuhan pangan bersama Koordinator SPPG, namun hasilnya baru tercatat sekitar tujuh persen saja yang terserap,” jelas Asri Kurnia.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Ciamis, Egy Armand Ramdani, membenarkan bahwa seluruh satuan pelayanan atau dapur MBG yang ada di wilayah kerjanya telah beroperasi secara penuh.

Secara rinci, dari total 161 titik SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan, keseluruhan sudah berjalan melayani program. Meski demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pemanfaatan hasil produksi peternakan dan pertanian dari wilayah setempat masih belum berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga:  Asap Tebal Menjalar ke Gedung Lain, Sejumlah Penghuni Apartemen Mediterania Masih Terjebak

Egy mengakui bahwa meskipun infrastruktur dan operasional sudah berjalan baik, integrasi antara kebutuhan bahan baku program dengan ketersediaan produk lokal masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan bersama.

Merespons kondisi tersebut, Sekretaris Paguyuban Peternak Ayam Petelur Ciamis (P2APC), Teten, menyampaikan bahwa pihaknya telah aktif berkomunikasi dengan pihak berwenang. Sudah dua kali rapat koordinasi dilakukan melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN), kementerian terkait, serta Badan Pangan Nasional

Dalam pertemuan tersebut, disepakati beberapa hal penting, antara lain komitmen agar menu telur disajikan minimal dua kali dalam seminggu bagi penerima manfaat, serta dorongan agar tingkat keterserapan produk lokal dapat ditingkatkan secara signifikan.

Baca Juga:  Jangan Main-Main! IKA PMII Bekasi Siap Kawal Uang Rakyat dari Korupsi dan Kebocoran

Teten menegaskan, para peternak sangat berkeinginan untuk memutus mata rantai distribusi yang panjang, sehingga pasokan dapat berjalan langsung dari peternak ke pengguna akhir, yaitu dapur-dapur MBG. Hal ini dinilai penting demi menjaga kesegaran produk serta efisiensi harga.

“Keinginan kami adalah pasokan langsung dari peternak ke dapur. Kami menjamin bahwa telur yang dihasilkan oleh peternak lokal Ciamis sepenuhnya mampu memenuhi seluruh persyaratan kualitas, keamanan, dan standar teknis yang dibutuhkan oleh SPPG,” kata Teten.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *