GUGAH – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan duka cita atas wafatnya Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid. Menurutnya, kepergian putri sulung muassis NU, al-Maghfurlah KH A. Wahab Chasbullah, menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Dalam unggahan di akun media sosialnya, Gus Yahya menulis,
“Kita kehilangan salah satu pilar spiritual dan pembimbing agung jam’iyah, Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid, putri sulung muassis NU, al-Maghfurlah KH. A. Wahab Chasbullah,” tulis Gus Yahya dikutip, Selasa (6/10/2026).
Gus Yahya juga mengenang pengabdian almarhumah selama aktif di lingkungan PBNU, Muslimat NU, hingga Pondok Pesantren Bahrul ’Ulum Tambakberas.
“Suri teladan, keteguhan, dan keikhlasan beliau dalam mengabdi, baik di PBNU, Muslimat NU, maupun sebagai Pengasuh PP Bahrul ’Ulum Tambakberas, akan selalu menjadi pencerah langkah kita dalam merawat sanad keilmuan dan kebangsaan,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Gus Yahya menyampaikan doa agar seluruh amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menghaturkan duka cita dan penghormatan setinggi-tingginya atas seluruh khidmah sepanjang hayat beliau. Semoga Allah Subhanahu wa ta’alla menerima segala amal kebaikan beliau dan menempatkan beliau di maqam mulia bersama para ulama dan awliya’. Lahā Al-Fatihah,” pungkas Gus Yahya.
Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan Nahdlatul Ulama yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan pesantren dan organisasi. Selain aktif di PBNU dan Muslimat NU, almarhumah juga mengasuh Pondok Pesantren Bahrul ’Ulum Tambakberas, Jombang, serta dikenal sebagai sosok yang istiqamah menjaga tradisi keilmuan dan nilai-nilai pengabdian di lingkungan Nahdliyin.***





Tinggalkan Balasan