Garut Akan Sulap Pasar Baru Jadi Ikon Baru Bernuansa Malioboro

|

GUGAH – Wajah pusat Kota Garut bersiap berubah. Pemerintah Kabupaten Garut tengah menata kawasan Jalan Pasar Baru, Kecamatan Garut Kota, dengan konsep yang memadukan aktivitas perdagangan, pedestrian, fasilitas pedagang, dan ornamen kota agar tampil lebih menarik dan nyaman.

Gagasan tersebut bahkan mengambil inspirasi dari kawasan Malioboro di Yogyakarta yang dikenal sebagai salah satu ruang publik dan pusat aktivitas perdagangan ikonik. Namun, Pemkab Garut tidak sekadar meniru, melainkan menyiapkan konsep yang disesuaikan dengan karakter kawasan serta kebutuhan masyarakat Garut.

Pasar Baru bersiap berubah. Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana mengatakan pemerintah sengaja menggunakan jasa konsultan untuk merancang penataan agar kawasan tersebut memiliki konsep yang jelas dan tidak dikerjakan secara parsial.

“Ya, inginnya seperti itu yang kita ciptakan, karena dibentuk sedemikian menggunakan konsultan,” kata Nurdin Yana di Garut, Kamis (1/10/2026).

Selama ini, Jalan Pasar Baru menjadi salah satu lokasi aktivitas pedagang kaki lima di kawasan perkotaan. Melalui penataan tersebut, pemerintah ingin mengubah kawasan yang sebelumnya identik dengan aktivitas perdagangan jalanan menjadi ruang ekonomi yang lebih tertib sekaligus memiliki daya tarik visual.

Baca Juga:  Abah Cipasung: Kalau Masih Suka Merokok, Pilih Gus Yahya

Rencana perubahan itu tidak hanya menyentuh tempat pedagang berjualan. Pemerintah juga menyiapkan wajah kawasan melalui permainan ornamen, penataan ruang, serta pembenahan jalur pedestrian yang menjadi bagian penting dari konsep baru tersebut.

“Konteks ornamen-ornamen terkait dengan penataan dan katakanlah mempercantik kotanya,” ujar Nurdin.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut mendapat mandat menyiapkan fasilitas bagi para pedagang. Salah satu yang akan dibangun ialah tenda-tenda berjualan dengan desain yang diarahkan agar lebih menarik dan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.

Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Garut menangani pembenahan infrastruktur jalan. Area pedestrian menjadi perhatian karena pemerintah ingin menciptakan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat yang berjalan kaki maupun beraktivitas di kawasan perdagangan.

Pembagian pekerjaan tersebut juga diikuti dengan dukungan anggaran. Pemkab Garut menyiapkan anggaran lebih dari Rp1 miliar untuk masing-masing perangkat daerah yang menangani penataan kawasan tersebut.

Baca Juga:  Terlilit Judi Online, Pemuda di Garut Diduga Bobol Rumah dengan Modus Tak Biasa

Nurdin menjelaskan, anggaran yang dikelola PUPR diperuntukkan bagi pekerjaan jalan dan pedestrian. Sementara anggaran pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan digunakan untuk fasilitas pedagang serta berbagai ornamen yang mendukung tampilan kawasan.

“Kalau PUPR untuk jalan, kan jalan pedestrian. Nah, untuk ornamen-ornamen yang menghiasi atau mempercantik penampilan itu dari Indag,” kata Nurdin.

Perubahan wajah kawasan juga menjadi bagian dari agenda penataan pedagang di pusat pemerintahan. Pemkab Garut berencana menata pedagang yang berada di sekitar kompleks Sekretariat Daerah agar aktivitas jual beli berlangsung pada ruang yang lebih teratur dan tidak mengganggu fungsi lingkungan perkantoran.

Pedagang nantinya diarahkan berjualan di area yang disiapkan di sekitar lingkungan kompleks Setda Kabupaten Garut. Pemerintah berharap skema tersebut dapat menciptakan keseimbangan antara kepentingan ekonomi pedagang, kenyamanan pengunjung, serta ketertiban kawasan pemerintahan.

Bagi Pemkab Garut, penataan tersebut bukan sekadar proyek mempercantik kota. Di balik perubahan fisik kawasan, terdapat upaya menjadikan ruang perdagangan lebih tertata sekaligus memberikan lingkungan usaha yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Baca Juga:  LKNU Kota Bekasi Dorong Insentif Profesi bagi Nakes, Munawwir: Kompetensi Harus Dihargai

Pemkab Garut menargetkan seluruh proses penataan dapat diselesaikan pada tahun ini. Nurdin berharap kawasan tersebut nantinya memberikan kesan baru bagi masyarakat ketika memasuki salah satu sentra perdagangan di pusat Kota Garut.

“Tahun ini harus selesai, mudah-mudahan lebih indah sebagaimana konsep yang kita ingini,” ujar Nurdin.

Jika berjalan sesuai rencana, Jalan Pasar Baru akan memiliki wajah baru yang berbeda dari kondisi sebelumnya. Pedestrian yang lebih tertata, fasilitas pedagang, ornamen kawasan, dan aktivitas perdagangan diharapkan berpadu menjadi ruang kota yang tidak hanya hidup secara ekonomi, tetapi juga menarik secara visual.

Namun, identitas kawasan tetap akan dibangun dengan karakter Garut sendiri. Pemerintah kini berpacu dengan waktu untuk mewujudkan penataan tersebut sekaligus memastikan aktivitas para pedagang tetap berjalan di tengah perubahan wajah pusat perdagangan Kabupaten Garut.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran