JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali ambruk hingga mencetak rekor terburuk sepanjang sejarah baru.
Berdasarkan data grafik pasar spot terbaru Selasa (19/5/2026), mata uang Garuda melemah ke angka cantik Rp17.717 per dolar AS.
Pelemahan tajam ini sekaligus memperpanjang tren koreksi harian rupiah yang terus tertekan sejak pembukaan perdagangan pekan ini.
Grafik pergerakan USD/IDR menunjukkan lonjakan vertikal yang sangat agresif bagi penguatan dolar AS terhadap mata uang domestik.
Sinyal pelemahan rupiah ini bahkan terus menembus batas psikologis baru setelah sebelumnya sempat bertahan di level Rp17.705.
Secara akumulatif sepanjang tahun (Year-to-Date), nilai tukar rupiah tercatat sudah mengalami penyusutan performa di atas 6 persen.
Tekanan berat eksternal akibat eskalasi geopolitik global dan ancaman inflasi tinggi memicu kaburnya modal asing dari pasar keuangan domestik.
Akibatnya, investor asing lebih memilih memindahkan aset mereka ke instrumen aman seperti indeks dolar AS dan emas.***



Tinggalkan Balasan