GUGAH – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata di Kabupaten Purwakarta menjadi lokasi pelaksanaan kunjungan kerja resmi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia bersama delegasi Pemerintah Federal Jerman.
Kunjungan yang dilakukan pada Kamis, 20 Agustus 2026 lalu itu merupakan wujud nyata kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui PT PLN (Persero) Pusat dan PLN UIP 2B Jamali, dengan Pemerintah Jerman melalui lembaga Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).
Agenda utama kunjungan ini meliputi peresmian papan tampilan (dashboard) sistem prakiraan energi terbarukan variabel atau Variable Renewable Energy (vRE) pada PLTS Terapung Cirata kapasitas 145 MWp. Kegiatan dihadiri sekitar 40 orang peserta yang terdiri dari pejabat negara, pimpinan perusahaan, serta perwakilan lembaga terkait.
Dalam keterangannya, Direktur PT Pembangkit Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE), Dimas Kaharudin IR, S.Kom., M.M., menyatakan kegiatan ini menegaskan komitmen bersama dalam mendorong pengembangan energi terbarukan, meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional, serta mempercepat transisi energi di Indonesia melalui penerapan teknologi prakiraan vRE yang lebih akurat.
Kunjungan kerja ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain: Reem Alabali Radovan (Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan), H.E. Ralf Beste (Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia), Atena Falahti, S.Kom., M.A. (Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM RI), Denny Triyanto (Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Dwi Hartono (Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PT PLN Nusantara Power) dan Heni Setyo Handoko (Senior Manager PT PLN Nusantara Power UP Cirata), Kuswara (Direktur PT PLN Nusantara Renewables).
Selain itu, tampak hadir, Perwakilan GIZ dan staf Kedutaan Besar Jerman, Tim Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI dan Jajaran manajemen PT PLN Nusantara Power, PT PLN JAMALI, serta PT PLN Nusantara Renewables.
Komitmen Kerja Sama Transisi Energi
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan resmi Menteri Federal Reem Alabali Radovan ke Indonesia pada 18-20 Agustus 2026, pasca kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier pada Juni lalu.
Sebagai salah satu pemimpin bersama (Co-Lead) dalam Kemitraan Transisi Energi yang Adil atau Just Energy Transition Partnership (JETP), Jerman menegaskan dukungan penuh terhadap percepatan energi bersih di Indonesia.
“Indonesia merupakan mitra utama bagi Jerman dan menjadi salah satu negara fokus utama guna mempererat hubungan kerja sama, khususnya dengan pelaku usaha Jerman,” ujar Radovan.
Ia menambahkan kerja sama ini akan membantu Indonesia mewujudkan pembangunan berkelanjutan sekaligus membuka peluang investasi dan penerapan teknologi ramah lingkungan.
Duta Besar Ralf Beste menambahkan bahwa dukungan Jerman tidak hanya bersifat komitmen politik, melainkan juga menghadirkan solusi teknis yang siap diterapkan.
Hal ini terwujud melalui sejumlah inisiatif yang diluncurkan, antara lain: Penerapan sistem prakiraan cuaca berteknologi Jerman di PLTS Cirata guna meningkatkan efisiensi integrasi energi terbarukan ke jaringan listrik, fasilitas percontohan pendingin bertenaga surya di Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai solusi rantai suhu bagi wilayah terpencil dan peluncuran program Green Hydrogen Academy bersama perusahaan Enapter dan lembaga pembiayaan DEG untuk pelatihan produksi hidrogen hijau
Sebagai bagian dari Kelompok Mitra Internasional yang mendukung JETP, Jerman bersama negara lain berkomitmen memobilisasi pembiayaan demi mendukung transisi energi yang terjangkau dan bermanfaat bagi perekonomian nasional.*



Tinggalkan Balasan