GUGAH — Generasi muda dan elemen pelajar memegang peran kunci dalam merawat stabilitas serta kerukunan di daerah. Hal tersebut ditegaskan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Tasikmalaya saat terlibat aktif dalam pembacaan Deklarasi Kebangsaan “Jaga Rawat Jawa Barat” di Lapangan Apel Mapolres Tasikmalaya, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang digagas Kapolres Tasikmalaya ini menempatkan organisasi kepemudaan dan pelajar sebagai pilar penting penguat persatuan, solidaritas, serta sinergitas bersama TNI-POLRI dan pemerintah daerah. Dalam aksi kebangsaan ini, PC IPNU berdiri sejajar bersama perwakilan Aliansi Gojek Tasikmalaya, GMBI, PMII, hingga serikat pekerja KSPSI untuk mengumandangkan poin-poin deklarasi demi kondusivitas Kamtibmas dan keutuhan NKRI.
Ketua PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya, Gigin Muharom, menyebut keterlibatan pelajar bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab moral anak muda dalam menanamkan nilai tasammuh (toleransi) di tengah keberagaman.
“Sebagai pelajar dan generasi muda, kita memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Keikutsertaan IPNU dalam deklarasi ini adalah komitmen nyata untuk terus menumbuhkan sikap toleransi,” ujar Gigin.
Ia menekankan bahwa perbedaan latar belakang maupun organisasi di kalangan anak muda harus diubah menjadi energi positif pembangunan, bukan pemicu perpecahan.
“Kita boleh berbeda dalam latar belakang, pandangan, maupun organisasi. Namun, kita tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. Mari jadikan perbedaan sebagai satu kesatuan utuh untuk membangun kekuatan kolektif,” tegasnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen terus menjadi motor penggerak edukasi kebangsaan bagi generasi muda agar Tasikmalaya dan Jawa Barat tetap aman, damai, serta kondusif..***



Tinggalkan Balasan