GUGAH – Puluhan petani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Garut memasarkan hasil panennya secara langsung dalam Festival Hasil Pertanian dari Petani Lokal (FESTA) yang digelar di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (6/8/2026).
Memasuki penyelenggaraan keenam, FESTA tak lagi sekadar menjadi ajang pamer produk pertanian. Pemerintah Kabupaten Garut menjadikannya sebagai instrumen untuk memperpendek rantai distribusi hasil pertanian, sehingga petani memperoleh harga jual yang lebih layak tanpa bergantung pada banyak perantara.
Melalui skema tersebut, masyarakat juga mendapat akses terhadap produk pertanian segar dengan harga yang lebih kompetitif karena dijual langsung oleh produsen.
Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menegaskan bahwa persoalan pertanian tidak berhenti pada peningkatan produksi. Menurutnya, pemerintah juga harus memastikan hasil panen memiliki akses pasar yang memadai agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para produsen untuk memasarkan hasil pertaniannya secara langsung kepada masyarakat. Kami berharap FESTA dapat terus menjadi agenda rutin yang mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat,” kata Nurdin.
Selain menjadi ruang transaksi, FESTA juga menjadi sarana promosi bagi Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok tani, dan pelaku usaha pertanian lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat maupun Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan seluruh komoditas yang dijual merupakan hasil panen segar dari berbagai wilayah di Garut. Setiap daerah diberi kesempatan menampilkan produk unggulan sesuai potensi masing-masing.
“Melalui FESTA, kami ingin memperkenalkan berbagai produk unggulan pertanian Garut sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani. Harga yang ditawarkan juga disesuaikan dengan harga petani sehingga lebih kompetitif,” ujarnya.
Ardhy menjelaskan, model pemasaran langsung menjadi salah satu solusi untuk mengurangi disparitas harga yang kerap muncul akibat panjangnya rantai distribusi. Dengan memangkas jalur pemasaran, nilai tambah yang selama ini dinikmati perantara dapat kembali dirasakan petani.
Ke depan, Dinas Pertanian menetapkan FESTA sebagai agenda rutin yang digelar setiap Kamis pada pekan pertama setiap bulan. Sebanyak 15 wilayah di Kabupaten Garut akan berpartisipasi secara bergiliran agar promosi produk pertanian lebih merata dan mampu memperkenalkan keragaman komoditas lokal kepada masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga membangun ekosistem pemasaran yang berkelanjutan. Dengan semakin terbukanya pasar, petani memiliki peluang meningkatkan pendapatan, memahami kebutuhan konsumen secara langsung, sekaligus memperkuat daya saing produk pertanian Garut.
Namun, tantangan terbesar tidak berhenti pada penyelenggaraan festival. Pemkab Garut perlu memastikan hubungan dagang antara petani dan konsumen tetap terjaga setelah kegiatan usai. Jika mampu dijaga secara konsisten, FESTA berpotensi berkembang dari sekadar agenda promosi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.***



Tinggalkan Balasan