Rijalul Ansor Indramayu Perkuat Ketahanan Spiritual Kader

|

GUGAH – Di tengah meningkatnya tantangan sosial dan derasnya arus informasi digital, Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Indramayu memperkuat fondasi spiritual kader GP Ansor dan Banser. Melalui tahlil, dzikir, dan kajian kitab, organisasi ini ingin memastikan kader tidak hanya tangguh dalam pengabdian sosial, tetapi juga memiliki ketahanan moral dan keagamaan.

Penguatan tersebut dilakukan dalam kegiatan rutin MDS Rijalul Ansor di Kecamatan Krangkeng, Jumat (31/7/2026). Mengusung tema “Mengetuk Pintu Langit dengan Shalawat, Menyejukkan Hati dengan Dzikir”, forum ini menjadi ruang pembinaan rohani sekaligus konsolidasi kader dari berbagai wilayah di Kabupaten Indramayu.

Baca Juga:  GP Ansor Purwakarta Apresiasi Penghargaan Presiden untuk IPTU Abah Budiman

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Indramayu, Gus Ulinniam, menegaskan bahwa penguatan spiritual merupakan bagian penting dari proses kaderisasi. Menurutnya, organisasi tidak cukup hanya membangun kader yang aktif di lapangan, tetapi juga harus melahirkan pribadi yang kokoh secara akhlak dan spiritual.

“Rijalul Ansor hadir untuk menyeimbangkan. Kami ingin kader Ansor-Banser tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga kuat secara spiritual. Semoga dari Krangkeng ini lahir kader-kader yang bermanfaat bagi umat dan bangsa,” ujarnya dalam keterangan, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga:  Adab dan Etika Seorang Medsosul Karimah dalam Perspektif Islam

Dalam struktur GP Ansor, MDS Rijalul Ansor berperan sebagai penguat dimensi spiritual organisasi. Jika Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dikenal menjalankan tugas pengabdian, pengamanan, dan pelayanan masyarakat, maka Rijalul Ansor memperkuatnya melalui pembinaan ibadah, dzikir, shalawat, dan pengkajian nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tahlil bersama, dilanjutkan kajian Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah karya Hadhratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang dipimpin Ketua MDS Rijalul Ansor Kabupaten Indramayu, Gus Sukron. Kajian tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga tradisi keilmuan dan amaliah Nahdlatul Ulama di tengah perubahan zaman.

Baca Juga:  Menjaga Marwah NU: Pelajaran Sejarah tentang Larangan Rangkap Jabatan

Selain pembinaan keagamaan, forum itu juga dimanfaatkan sebagai sarana konsolidasi kader untuk memperkuat khidmat di masing-masing wilayah. Para peserta didorong agar mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengabdian yang berpijak pada nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Melalui penguatan spiritual yang berkelanjutan, MDS Rijalul Ansor berharap lahir kader-kader yang tidak hanya siap mengawal organisasi, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat serta mampu menjaga harmoni sosial di Kabupaten Indramayu.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran