Mundur dari Pencalonan Ketua Hanura Purwakarta, Asep Uwoh: Pengabdian Tak Selalu Harus di Pucuk Pimpinan

|

GUGAH – Dengan sikap yang penuh dengan kedewasaan politik, Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, Asep Abdulloh secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari pencalonan Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Purwakarta, menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang diagendakan akan digelar pada 30 Juli 2026 mendatang.

Keputusan ini diambil setelah Kang Asep Uwoh, begitu ia biasa disapa, merenungi dinamika konsolidasi internal, mendengarkan aspirasi dari berbagai elemen, serta menempatkan kepentingan besar partai di atas segalanya.

“Politik bagi saya bukanlah sekadar jalan untuk meraih jabatan, kekuasaan, atau ego pribadi. Politik adalah ikatan pengabdian, panggilan moral, dan wadah perjuangan kolektif untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Kang Asep Uwoh kepada awak media, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga:  Ketua DPP Partai Golkar Ajak Elite Politik Kedepankan Kepentingan Bangsa dan Jaga Kondusivitas

Menurutnya, niat awal pencalonannya semata-mata untuk mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktu demi kemajuan serta kemenangan partai. Namun, melihat kondisi yang berkembang, ia meyakini bahwa keutuhan persatuan jauh lebih bernilai dibandingkan pencapaian pribadi.

“Kepentingan partai ini jauh lebih besar, lebih suci, dan lebih utama dibandingkan ambisi atau kepentingan perorangan, termasuk diri saya pribadi. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati dan kecintaan mendalam, saya menyatakan mengundurkan diri dari pencalonan,” tegasnya.

Langkah ini bukan tanda surutnya semangat, melainkan diambil dengan tiga tujuan mulia: menjaga keutuhan dan soliditas agar tidak terjadi perpecahan yang melemahkan perjuangan; memberikan ruang seluas-luasnya bagi kader muda untuk memimpin tanpa sekat-sekat kepentingan; serta menjadi teladan bahwa gagasan dan kebesaran partai harus selalu berdiri di atas kepentingan golongan yang sempit.

Baca Juga:  Sayembara Tangkap Begal Dipuji, Tapi DPRD Jabar Ingatkan Hal Ini

Kepada seluruh pendukung, relawan, dan sahabat yang telah menyertai langkahnya, Asep Uwoh mengajak agar semangat perjuangan tidak luntur.

“Mari kita alihkan seluruh energi untuk mendukung Muscab berjalan damai dan melahirkan kepemimpinan yang amanah. Perjuangan tidak berhenti di kursi ketua; saya akan tetap berada di barisan depan, siap mengabdi di posisi apa pun demi kejayaan partai,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya dan permohonan maaf apabila ada kata atau langkah yang kurang berkenan selama proses pencalonan berlangsung.

Baca Juga:  Program Magang Nasional Dibuka Juli 2026, Gelombang Pertama Targetkan 50 Ribu Peserta

Asep Uwoh dikenal sebagai salah satu tokoh perintis berdirinya Partai Hanura di Purwakarta, ia telah mengabdi sejak partai ini berdiri secara nasional pada tahun 2008. Perjuangan awalnya bersama kader lain membuahkan hasil pada Pemilu 2009 dengan diraihnya dua kursi di DPRD Purwakarta.

Ia pun pernah memimpin partai ini pada periode 2013-2017, di mana di bawah kepemimpinannya dukungan masyarakat semakin kokoh dan berhasil menambah perolehan kursi menjadi empat kursi pada Pemilu 2014.

Sikap Asep Uwoh saat ini, dianggap menjadi bukti nyata kedewasaan demokrasi internal partai yang mengutamakan persatuan demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.*

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran