GUGAH – Di tengah tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari rasa takut gagal, kehilangan arah, hingga budaya serba instan, Syaikhona Al-Muhajirin Purwakarta KH Abun Bunyamin mengingatkan bahwa kesuksesan tidak lahir secara instan. Menurutnya, setiap orang harus mampu mengalahkan sifat-sifat yang menjadi penghambat kemajuan diri.
Pesan tersebut disampaikan Syaikhona saat memberikan tausiyah dalam kegiatan Demo Ekstrakurikuler Al-Muhajirin Pusat. Di hadapan para santri, ia mengajak peserta mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai ikhtiar agar dijauhkan dari berbagai sifat yang menghalangi kesuksesan.
Rois Syuriah PWNU Jawa Barat itu menjelaskan, doa tersebut mengandung delapan pelajaran penting yang relevan bagi generasi muda. Mulai dari menghindari kebingungan, tidak larut dalam kesedihan, menjauhi sifat lemah dan malas, hingga berani menghadapi tantangan hidup.
“Kalau kita ingin maju, kita tidak boleh terus-menerus bingung. Kesedihan harus diubah menjadi kebahagiaan. Kesulitan harus diubah menjadi semangat,” katanya, dikutip pada Senin (27/7/2026).
Menurut Pengasuh Al-Muhajirin itu, semangat merupakan modal utama untuk meraih cita-cita. Karena itu, para santri diminta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
“Kamu tidak boleh lemah! Kamu adalah orang hebat. Apalagi sebagai santri, semangat itu sangat penting,” tuturnya.
Syaikhona KH Abun Bunyamin juga mengingatkan bahwa rasa takut sering kali menjadi penghalang terbesar bagi anak muda untuk berkembang. Takut gagal, takut miskin, maupun takut mencoba hanya akan membuat seseorang kehilangan peluang untuk maju.
“Selama rasa takut masih menguasai diri, kita tidak akan maju. Kita harus hidup berdasarkan cita-cita, bukan semata-mata karena kekayaan,” pesannya.
Selain itu, ia mendorong para santri agar memiliki mental pemenang, berani bermimpi besar, serta tidak puas menjadi pribadi yang selalu merasa kalah sebelum berjuang.
Di akhir tausiyahnya, Syaikhona turut mengingatkan pentingnya hidup sederhana dan menghindari utang yang melebihi kemampuan. Menurutnya, kebiasaan hidup hemat menjadi salah satu fondasi menuju kehidupan yang lebih baik.
Menutup pesannya, Syaikhona KH Abun Bunyamin mengajak seluruh santri untuk terus belajar, memperkuat ibadah, menjaga istiqamah, serta tidak pernah berhenti mengejar cita-cita.
“Belajarlah dengan baik. Perkuat ibadah. Jaga istiqamah. Dan maju terus! Maju tak gentar membela yang benar. Bergerak serentak, kita pasti menang,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta, Teh Ifa Faizah Rohmah, menekankan pentingnya pengembangan potensi setiap peserta didik. Ia menyebut, setiap santri memiliki bakat yang perlu ditemukan dan difasilitasi agar dapat berkembang secara optimal.
Karena itu, kegiatan Demo Ekstrakurikuler menjadi momentum bagi para santri untuk mengenal berbagai pilihan kegiatan sesuai minat, bakat, dan kemampuan masing-masing.
Tak hanya itu, Al-Muhajirin juga membuka peluang lahirnya ekstrakurikuler baru apabila terdapat bidang yang diminati santri namun belum tersedia. Pihak yayasan bahkan siap membentuk kelas khusus apabila sedikitnya terdapat 10 santri yang memiliki minat yang sama.
“Kalau ada ekstrakurikuler yang belum ada di sini, silakan diajukan. Sekiranya ada dari kalian yang belum terakomodir, minimal 10 orang, kami siapkan kelas khusus. Misalnya belum ada ekstrakurikuler broadcasting, contentpreneur, teater, dan sebagainya,” ungkapnya.
Melalui langkah tersebut, Al-Muhajirin berharap seluruh santri tidak hanya tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan, tetapi juga memperoleh ruang seluas-luasnya untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan potensi diri sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.***



Tinggalkan Balasan