GUGAH – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 dengan menyalurkan bantuan pompa air kepada petani di seluruh wilayah kabupaten. Program ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan air irigasi sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian saat curah hujan menurun.
Sebanyak 75 unit pompa air telah didistribusikan kepada kelompok tani yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Purwakarta. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan petani untuk mengambil sumber air dari sungai, embung, maupun sumber air terdekat agar lahan pertanian tetap dapat diairi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Purwakarta, Hedyanto Purnama, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah untuk meminimalkan dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
“Kami sudah mendistribusikan 75 bantuan Pompa Air untuk petani di 17 kecamatan di Purwakarta,” saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).
Ia menegaskan, bantuan tersebut diberikan secara merata agar seluruh wilayah pertanian memiliki akses terhadap sarana pengairan saat musim kemarau.
“Iya, itu semua petani merata di tiap kecamatan mendapat bantuan pompa air,” katanya.
Menurut Hedyanto, keberadaan pompa air menjadi salah satu solusi agar tanaman tetap memperoleh pasokan air meski debit irigasi alami mulai berkurang.
“Agar para petani bisa mempertahankan tanamannya dengan mengabil air di lokasi sekitar pertaniannya,” terang Hedyanto.
Selain memberikan bantuan sarana produksi, Dispangtan juga memperkuat pendampingan kepada petani melalui para penyuluh pertanian lapangan.
Hedyanto mengatakan seluruh penyuluh telah diarahkan untuk memberikan edukasi mengenai varietas tanaman yang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem dan kekeringan.
“Kami juga sudah arahkan seluruh penyuluh pertanian untuk mensosialisasikan varietas tanaman yang tahan cuaca,” katanya.
Melalui sosialisasi tersebut, petani diharapkan dapat memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi musim kemarau sehingga risiko gagal panen dapat ditekan.
“Nanti para petani bisa mengenal dan mengimplementasikannya. Mereka menanam tanaman ini di lokasi pertaniannya,” jelasnya.
Langkah penyaluran pompa air dan pendampingan penyuluh menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Purwakarta menjaga ketahanan pangan daerah di tengah potensi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Selain memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian, pemerintah juga mendorong petani menerapkan pola budidaya yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.***



Tinggalkan Balasan