GUGAH – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan sistem controlled landfill di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sebagai bagian dari transformasi pengelolaan sampah menuju penghentian praktik open dumping secara bertahap.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, @dinaslhdki, yang menyebutkan bahwa tahapan awal penerapan controlled landfill dimulai sejak 17 Juli 2026 dengan pemasangan media penutup pada area timbunan sampah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari timbunan sampah, seperti bau, emisi gas, masuknya air hujan ke dalam timbunan, hingga pembentukan air lindi.
Selain pemasangan media penutup, DLH DKI Jakarta juga menerapkan pengaturan titik pembuangan sampah secara bergantian setiap tujuh hari. Tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan pemasangan geomembrane secara bertahap melalui kolaborasi dengan sektor swasta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan seluruh tahapan controlled landfill akan dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
“Kami akan menjalankan setiap tahapan controlled landfill secara konsisten agar praktik open dumping dapat dihentikan secara bertahap. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis TPST Bantargebang dapat dikelola dengan standar yang semakin baik, aman bagi lingkungan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dudi.
DLH DKI Jakarta juga menegaskan bahwa transformasi pengelolaan TPST Bantargebang perlu berjalan beriringan dengan upaya pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, kawasan permukiman, hingga kegiatan usaha.
Melalui penerapan controlled landfill, Pemprov DKI Jakarta berharap pengelolaan TPST Bantargebang semakin terkendali serta mampu menekan dampak lingkungan akibat sistem open dumping. Keberhasilan transformasi tersebut juga memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk partisipasi masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya. ***



Tinggalkan Balasan