GUGAH – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tasikmalaya menuntaskan rangkaian Konferensi Anak Cabang (Konferancab) di seluruh 39 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang tersebar di 39 kecamatan. Agenda kaderisasi dan konsolidasi organisasi tersebut berlangsung selama 49 hari, sejak 6 Juni hingga 19 Juli 2026.
Rangkaian Konferancab diawali dari wilayah Zona Barat dan ditutup di Zona Selatan, tepatnya di Kecamatan Cikatomas. Tuntasnya seluruh agenda tersebut menjadi bagian dari komitmen PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya dalam memastikan proses regenerasi kepemimpinan organisasi berjalan sesuai amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Fahmi Siddiq, mengatakan pelaksanaan Konferancab merupakan amanat organisasi mengingat masa bakti kepengurusan di 39 PAC telah berakhir.
“Konferancab ini menjadi bagian dari proses penyegaran organisasi agar estafet kepemimpinan terus berjalan dan kaderisasi tetap hidup di setiap kecamatan,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Regenerasi Kepemimpinan Berjalan Dinamis
Selama pelaksanaan Konferancab, PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya mencatat sejumlah capaian strategis. Dalam kurun waktu 49 hari, setiap pekan rata-rata terdapat empat hingga enam PAC yang menyelenggarakan konferensi secara bergantian.
Dari hasil Konferancab, sekitar 60 persen PAC melahirkan ketua baru sebagai bentuk regenerasi kepemimpinan. Sementara 40 persen PAC lainnya melanjutkan kepemimpinan periode sebelumnya guna menjaga kesinambungan program kerja organisasi.
Tak hanya itu, penguatan struktur organisasi juga dilakukan hingga tingkat desa. Sebelum Konferancab digelar, PC GP Ansor terlebih dahulu merapikan kepengurusan Pimpinan Ranting (PR). Dari total 351 desa di Kabupaten Tasikmalaya, cakupan ranting aktif meningkat dari sekitar 80 persen menjadi 93 persen.
Menembus Medan Sulit Demi Kader
Fahmi mengungkapkan, perjalanan hampir dua bulan tanpa jeda bukanlah pekerjaan ringan. Pengurus cabang harus menjangkau berbagai wilayah dengan kondisi geografis dan akses jalan yang beragam. Namun, seluruh pengurus tetap berkomitmen hadir langsung dalam setiap forum Konferancab.
“49 hari bersama kader secara full time tanpa berhenti adalah bukti nyata dari komitmen baiat kami kepada organisasi. Kami ingin memastikan panji perjuangan yang diwariskan oleh para pendahulu dan ulama tetap tergenggam erat di setiap jengkal tanah Tasikmalaya,” tegas Fahmi Siddiq.
Menurutnya, kehadiran langsung di tengah kader merupakan bentuk penghormatan terhadap militansi para pejuang organisasi di tingkat kecamatan.
Menguatkan Silaturahmi dan Khidmah
Selain menjadi ajang konsolidasi internal, maraton Konferancab juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara GP Ansor dengan para ulama, ajengan, serta jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di berbagai kecamatan.
Di penghujung rangkaian Konferancab, Fahmi kembali menegaskan komitmen ideologis GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya.
“Kader Ansor di Tasikmalaya akan terus bergerak menjaga dan menumbuhkembangkan ajaran syariat akidah Islam Ahlussunah wal Jama’ah (Aswaja). Semua ini kami lakukan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Tanpa pamrih, tanpa mengharapkan imbalan materi dari siapapun, para kader akan terus berkhidmat untuk agama, bangsa, dan negeri,” pungkasnya.***



Tinggalkan Balasan