Ribuan Warga Padati Hajat Bumi di Kiarapedes, Om Zein Disambut Meriah dengan Sisingaan

|

GUGAH – Tradisi Hajat Bumi di Desa Parakan Garokgek, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan warga. Perayaan budaya yang digelar setiap tahun itu menjadi ajang ungkapan rasa syukur masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga, Selasa (14/7/2026).

Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. Sejak pagi, masyarakat telah memadati ruas jalan desa untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Purwakarta tersebut.

Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, tampak antusias menunggu rombongan bupati melintas. Banyak di antara mereka mengabadikan momen menggunakan telepon genggam, sementara yang lain berusaha menyapa langsung Om Zein.

Baca Juga:  Orang Dekat KDM Diperiksa Kejari Selama 11 Jam, Ada Apa Sebenarnya?

Setibanya di lokasi, Om Zein disambut pertunjukan kesenian Sisingaan yang diiringi tabuhan kendang dan tiupan terompet khas Sunda. Sebagai bentuk penghormatan, Om Zein kemudian menaiki tandu Sisingaan dan diarak mengelilingi lokasi acara bersama masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, Om Zein menegaskan pentingnya menjaga tradisi sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

“Ini adalah wujud nyata kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Tradisi Hajat Bumi seperti ini harus terus kita jaga dan lestarikan sebagai identitas budaya Purwakarta,” ujar Om Zein di sela-sela acara.

Arak-arakan Om Zein di atas Sisingaan menjadi pusat perhatian masyarakat. Padatnya warga membuat iring-iringan beberapa kali harus berhenti karena banyak warga yang ingin bersalaman maupun berfoto.

Baca Juga:  KMP Kawal Kasus Dugaan Gratifikasi dan Korupsi Dana Desa: Tegakkan Keadilan Tanpa Pandang Bulu

Suasana semakin semarak ketika Om Zein membagikan uang sawer kepada masyarakat. Sorak-sorai warga langsung menggema, sementara anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias menyambut tradisi tersebut yang semakin menambah kemeriahan pesta rakyat.

Di balik kemeriahannya, Hajat Bumi memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Desa Parakan Garokgek. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil pertanian, keberkahan rezeki, serta keselamatan yang diberikan kepada warga selama satu tahun terakhir.

Selain menjadi ritual adat, Hajat Bumi juga menjadi momentum memperkuat nilai gotong royong dan silaturahmi. Seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan bersama oleh masyarakat, mulai dari penyediaan konsumsi, dekorasi, hingga pelaksanaan acara.

Baca Juga:  Wakil Bupati Merasa Ditipu Bupati Soal Duit 35 Miliar, Ini Persoalan Publik atau Drama Kepentingan?

Kehadiran Bupati Purwakarta dalam perayaan tersebut juga menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya lokal. Pemerintah Kabupaten Purwakarta menilai tradisi seperti Hajat Bumi memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Rangkaian Hajat Bumi kemudian ditutup dengan doa bersama dan makan tumpeng sebagai simbol rasa syukur serta harapan agar masyarakat Desa Parakan Garokgek senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan hasil panen yang melimpah pada tahun-tahun mendatang.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran