Rencana Jalan ke Stasiun Parungpanjang Oleh Developer di Parungpanjang Terhambat, Begini Kata Camat

|

GUGAH – Rencana pembangunan akses jalan alternatif oleh Developer BSA Land disinyalir terhambat pembebasan lahan. Akses jalan berlokasi di Desa Parung panjang Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor, Kamis 9 Juli 2026.

Jalan tersebut merupakan akses alternatif warga menuju ke Stasion Parungpanjang, yang dinilai menekan angka kemacetan panjang di perlintasan KA Desa Kabasiran dengan Desa Parungpanjang.

Bedasarkan informasi yang didapat, desakan pembangunan akses jalan alternatif ke stasiun Parungpanjang sempat diusulkan oleh warga melalui surat ke pihak developer. Namun, hingga saat ini belum adanya realisasi pembangunan akses jalan tersebut.

Baca Juga:  English Time Championship 2026 Sukses Lahirkan Generasi Muda Berdaya Saing Global di Purwakarta

Camat Parungpanjang Chaeruka Judhyanto Nugroho mengungkapkan, rencana pembangunan jalan alternatif akses menuju ke stasiun itu terhambat dari pembebasan lahan.

“Itu persoalan pada jual beli lahan, lahan tanah milik warga belum menerima jual karena harga yang ditawarkan developer belum sesuai keinginan warga,”katanya.

Sebelumnya kepala Desa Kabasiran Jajang Atmaja mengatakan, dirinya telah mendorong untuk membuka akses warga menuju ke stadiun Parungpanjang.

Baca Juga:  Sebut Kenaikan Gaji 300 Persen Hanya untuk Hakim, PGM Indonesia Jabar Sindir Janji Pemerintah

“Kami beberapa kali diundang oleh warga Sentraland, mereka meminta kami untuk menekan pihak pengembang menuntaskan aset jalan perumahan ke Stasiun Parungpanjang,” ungkap Jajang.

Ia menjelaskan, akses tersebut dibutuhkan masyarakat sebagai jalur alternatif menuju Stasiun Parungpanjang. Sebab, Jalan Raya Desa Kabasiran cukup padat saat memasuki jam sibuk.

“Dengan adanya akses tersebut, warga Sentraland dan sekitarnya bisa dengan mudah dan cepat menuju Stasiun Parungpanjang,”kata dia.

“Informasinya ada beberapa lahan yang belum dibebaskan sehingga pembukaan akses tersebut belum terealisasi, maka kami mendorong agar pihak pengembang bisa menyelesaikan,” tambahnya.

Baca Juga:  Cari Burung di Hutan Bunihayu Subang, Seorang PNS Asal Bandung Barat Dilaporkan Hilang

Dari perhitungannya, akses tersebut memiliki panjang sekitar  900 meter persegi dengan lebar 3 sampai 4 meter.

Setelah masalah pembebasan lahan selesai, Pemdes Kabasiran memastikan akan mendorong pembukaan akses tersebut.

“Kami akan berusaha caranya dari pihak pengembang dan pemilik lahan agar ada solusi supaya apapun yang dijanjikan pihak pengembang terlaksana dan terwujud aset jalan ke stasiun,” Ucap Kades Kabasiran Jajang Atmaja.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran