Pengamat Dorong Polisi Dalami Seluruh Aspek Kematian Kabid Aset BKAD Purwakarta

|

GUGAH – Pengamat kebijakan publik Agus M. Yasin meminta aparat kepolisian mengusut secara menyeluruh kasus meninggalnya Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, Yogi Saleh.

Penyelidikan perlu dilakukan secara komprehensif agar seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dapat terungkap.

Agus menilai, kematian Yogi terjadi di tengah perhatian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pengelolaan aset Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Ia berpandangan penyidik perlu mencermati apakah terdapat faktor-faktor yang berkaitan dengan beban pekerjaan maupun persoalan administrasi aset yang sedang dihadapi.

Baca Juga:  Kasatkorcab Banser Kabupaten Bandung Kecam Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan terhadap Yuvita Sri Rezeki

“Kasus almarhum ini bukan semata-mata hanya kematian biasa,” ujar Agus dalam keterangan yang diterima, Selasa (30/6).

Menurut Agus, aparat penegak hukum perlu menelusuri seluruh kemungkinan berdasarkan alat bukti dan fakta yang ditemukan selama proses penyelidikan.

“Banyak hal yang harus dikaji oleh polisi, apakah ada kaitannya dengan hilangnya ratusan aset Pemkab Purwakarta,” katanya.

Agus mengaku memiliki sejumlah data yang menunjukkan masih adanya persoalan dalam pengelolaan aset daerah, baik berupa kendaraan maupun aset tanah.

Ia menegaskan hal tersebut merupakan catatan administrasi yang perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Baca Juga:  Disnaker Kota Bandung Targetkan Tingkat Pengangguran Turun

“Yang dikhawatirkan ada tekanan secara sistematis sehingga Almarhum Yogi merasa terbebani dan mengakhiri hidupnya,” ujarnya.

Agus menegaskan dugaan tersebut merupakan pandangan pribadinya sebagai pengamat.

Ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk membuktikan ada atau tidaknya keterkaitan antara berbagai persoalan tersebut dengan penyebab meninggalnya Yogi Saleh.

Ia berharap penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional sehingga tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pemerintah Kabupaten Purwakarta tercatat memiliki 886 kendaraan dinas yang menjadi bagian dari aset daerah.

Baca Juga:  Jaringan di Balik Yayasan MBG Purwakarta, Terhubung dengan Eks Pejabat BGN?

Dalam sejumlah laporan hasil pemeriksaan sebelumnya juga terdapat catatan mengenai aset tanah, termasuk lahan yang digunakan untuk sekolah dasar, yang status kepemilikannya masih memerlukan penyelesaian administrasi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan korban absen selama dua hari, namun belum diketahui alasan korban tidak masuk kerja.

“Bahwa sejak hari Kamis dan Jumat korban tidak masuk bekerja,” kata Hendra Rochmawan, Selasa (16/6).

Terkait penyebab kematian, hal itu belum diketahui karena kejadian ini masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Purwakarta.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran