Peta Evakuasi dan Edukasi Mitigasi Jadi Kunci Membangun Desa Tangguh Bencana

|

GUGAH – Upaya membangun desa yang tangguh terhadap bencana tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah penyusunan peta titik evakuasi sementara yang disertai edukasi mitigasi bencana bagi warga.

Hal tersebut menjadi fokus Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Planologi Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung di RW 09, Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-35 Himpunan Mahasiswa Planologi ITENAS.

Baca Juga:  Kejari Bandung Hentikan Penanganan Kasus Erwin dan Rendiana Awangga, Status Tersangka Gugur

Melalui observasi lapangan, mahasiswa mengidentifikasi kondisi wilayah untuk menentukan lokasi yang aman dijadikan titik evakuasi sementara apabila terjadi bencana. Hasil pemetaan tersebut kemudian disusun dalam bentuk peta yang mudah dipahami masyarakat sehingga dapat menjadi acuan saat menghadapi keadaan darurat.

Penyusunan peta evakuasi juga melibatkan warga, pengurus RW, serta narasumber dari Duta Lingkungan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengenali potensi risiko sekaligus memahami langkah-langkah penyelamatan diri.

Selain pemetaan, warga mendapatkan edukasi mengenai mitigasi bencana, mulai dari pentingnya kesiapsiagaan, pengenalan jalur evakuasi, hingga tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Edukasi tersebut bertujuan membangun budaya sadar bencana agar masyarakat tidak hanya mengetahui potensi risiko, tetapi juga mampu merespons secara tepat ketika kondisi darurat terjadi.

Baca Juga:  Terkait Dugaan Piutang Rp35 M, Publik Desak Transparansi Sumber dan Aliran Dana

Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari sosialisasi tersebut. “Dengan adanya sosialisasi ini sangat bermanfaat sekali. Yang awalnya saya tidak tahu menjadi tahu, dan saya akan menyiapkan tas siaga untuk menghadapi keadaan darurat,” ujarnya, Selasa (30/6).

Dosen pendamping kegiatan menyampaikan, “Kita harus senantiasa waspada terhadap potensi bencana dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Semoga Allah Swt. senantiasa melindungi serta menyelamatkan kita semua dari segala bentuk bencana.”

Baca Juga:  Uniga Kukuhkan 41 Apoteker Baru, Diharapkan Perkuat Layanan Kesehatan Garut

Melalui penyusunan peta evakuasi dan penguatan edukasi mitigasi, masyarakat diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Desa Gudangkahuripan sebagai desa yang tangguh, aman, dan mampu mengurangi risiko bencana melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran