GUGAH — Guru memegang peran strategis dalam menjaga ideologi bangsa di tengah derasnya arus informasi, polarisasi sosial, dan tantangan digital. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Aula SMP Assalam Bandung, Jalan Sasak Gantung, Kota Bandung, Senin (22/6).
Kegiatan yang dihadiri ratusan guru se-Kota Bandung tersebut diselenggarakan oleh Anggota MPR RI Habib Syarief Muhammad dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daerah Pemilihan Jawa Barat I. Forum ini menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan insan pendidikan mengenai pentingnya memperkuat nilai-nilai kebangsaan melalui dunia pendidikan.
Dalam pemaparannya, Habib Syarief Muhammad menegaskan bahwa guru bukan sekadar pendidik di ruang kelas, melainkan garda terdepan yang menentukan arah karakter bangsa. Menurutnya, penguatan nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika harus dimulai dari lingkungan sekolah.
“Ketahanan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi atau teknologi, tetapi juga oleh kuatnya karakter dan nasionalisme generasi mudanya. Di titik inilah guru memegang peran yang tidak tergantikan,” ujarnya.
Ia menilai tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks. Penyebaran hoaks, intoleransi, radikalisme, hingga lunturnya etika dalam ruang digital menjadi persoalan yang harus dihadapi melalui pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter.
Karena itu, menurut Habib Syarief, sekolah harus menjadi benteng pertama dalam menanamkan nilai kebangsaan. Guru diharapkan mampu membangun budaya berpikir kritis, memperkuat semangat persatuan, sekaligus membentuk peserta didik yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap bangsa.
Para peserta menyambut positif kegiatan tersebut. Diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat berbagai tantangan pendidikan, mulai dari penguatan karakter siswa, pemanfaatan teknologi secara bijak, hingga strategi menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi muda.
Melalui sosialisasi ini, MPR RI berharap sinergi antara lembaga negara dan dunia pendidikan semakin kuat. Sebab, menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI tidak cukup dilakukan melalui regulasi semata, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari ruang-ruang kelas, dipimpin oleh para guru, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.



Tinggalkan Balasan