GUGAH – Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Bojongkondang, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, berlangsung khidmat dan penuh semangat ukhuwah, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang digelar di DKM Al Ikhlas itu mengusung tema “Menjadikan Momen Tahun Baru Islam sebagai Spirit Membangun Ukhuwah Islamiyah.”
Acara yang diinisiasi Ketua MUI Desa Bojongkondang, Ustaz Jenal Mutakin, dihadiri Camat Langkaplancar Acep Deni Firdaus, Kepala Desa Bojongkondang Suryaman, jajaran pemerintah desa, pengurus NU ranting, GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, para ketua DKM se-Desa Bojongkondang, serta ratusan warga.
Dalam sambutannya, Camat Langkaplancar Acep Deni Firdaus mengajak masyarakat menjadikan kebersihan lingkungan sebagai budaya sehari-hari. Menurutnya, kebersihan tidak boleh hanya dilakukan saat ada penilaian atau perlombaan.
“Kebersihan lingkungan harus menjadi budaya bersama. Pemerintah Kabupaten Pangandaran sewaktu-waktu akan melakukan penilaian kebersihan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan hidup bersih, bukan hanya ketika ada penilaian,” ujarnya.
Selain persoalan kebersihan, Acep juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam, khususnya kawasan pegunungan dan daerah resapan air yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
“Wilayah hulu air, lereng-lereng curam, serta kawasan resapan harus dijaga bersama. Kelestarian alam hari ini menentukan keberlangsungan sumber air bagi generasi yang akan datang,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Bojongkondang Suryaman menyosialisasikan program pemeriksaan kesehatan gratis yang akan dilaksanakan pada Kamis (25/6/2026) di Aula Desa Bojongkondang. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut sebagai upaya menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Rangkaian kegiatan juga diisi tausiyah keagamaan dari Kyai Ejen Jaelani dari Dewan Kiyai Pesantren Huda III dan Kyai Muttakin Aminulloh, Pimpinan Pondok Pesantren Al Fattah Bojongkondang.
Dalam tausiyahnya, Kyai Ejen Jaelani mengajak umat Islam menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai sarana muhasabah diri, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Sementara itu, Kyai Muttakin Aminulloh menegaskan bahwa makna hijrah harus diwujudkan melalui perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat.
Ia mengajak jamaah untuk memperkuat keimanan, menjaga persatuan umat, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar.
Menurut para mubalig, semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga sebagai transformasi menuju pribadi yang lebih baik, masyarakat yang lebih rukun, dan lingkungan yang lebih terjaga.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan. Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini menjadi sarana mempererat sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam membangun Desa Bojongkondang yang religius, harmonis, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan.***



Tinggalkan Balasan