GUGAH – Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional berbagai provinsi di Indonesia mengalami pergerakan beragam pada Rabu (24/6/2026). Berdasarkan data harga rata-rata nasional, komoditas beras dan bawang putih menunjukkan tren kenaikan, sementara cabai rawit, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam ras mengalami penurunan harga.
Perubahan harga tersebut mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan yang masih terjadi di sejumlah daerah menjelang akhir Juni 2026.
Pada kelompok bumbu dapur, harga bawang merah ukuran sedang tercatat turun 1,57 persen atau Rp850 menjadi Rp53.400 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih ukuran sedang naik 2,1 persen atau Rp900 menjadi Rp43.800 per kilogram.
Untuk komoditas cabai, harga cabai merah besar mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 8,74 persen atau Rp5.100 menjadi Rp53.250 per kilogram. Sementara cabai merah keriting justru naik 2,4 persen atau Rp1.350 menjadi Rp57.700 per kilogram.
Penurunan paling tajam terjadi pada cabai rawit hijau yang merosot 32,23 persen atau Rp17.600 menjadi Rp37.000 per kilogram. Harga cabai rawit merah juga turun 15,54 persen atau Rp12.000 menjadi Rp65.200 per kilogram.
Harga Beras Mayoritas Menguat
Di sektor perberasan, sebagian besar jenis beras mengalami kenaikan harga.
Beras kualitas bawah I naik 6,48 persen atau Rp950 menjadi Rp15.600 per kilogram. Beras kualitas bawah II meningkat 3,1 persen atau Rp450 menjadi Rp14.950 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada beras kualitas medium I yang melonjak 3,38 persen atau Rp550 menjadi Rp16.800 per kilogram. Sementara beras kualitas medium II turun tipis 0,93 persen atau Rp150 menjadi Rp15.950 per kilogram.
Untuk kategori premium, beras kualitas super I naik 0,85 persen atau Rp150 menjadi Rp17.700 per kilogram. Sedangkan beras kualitas super II turun 0,88 persen atau Rp150 menjadi Rp16.900 per kilogram.
Daging dan Telur Kompak Turun
Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar turun 3,9 persen atau Rp1.450 menjadi Rp35.750 per kilogram.
Harga telur ayam ras segar juga terkoreksi 6,83 persen atau Rp2.050 menjadi Rp27.950 per kilogram.
Sementara itu, harga daging sapi kualitas 1 turun 5,67 persen atau Rp8.450 menjadi Rp140.650 per kilogram. Daging sapi kualitas 2 juga mengalami penurunan 2,94 persen atau Rp4.100 menjadi Rp135.400 per kilogram.
Gula dan Minyak Goreng Bergerak Variatif
Untuk komoditas gula, harga gula pasir premium naik 1,48 persen atau Rp300 menjadi Rp20.600 per kilogram. Sebaliknya, gula pasir lokal turun 1,57 persen atau Rp300 menjadi Rp18.800 per kilogram.
Di sektor minyak goreng, harga minyak goreng curah meningkat 1,21 persen atau Rp250 menjadi Rp20.850 per kilogram.
Minyak goreng kemasan bermerk 1 juga naik 1,24 persen atau Rp300 menjadi Rp24.500 per kilogram. Namun, minyak goreng kemasan bermerk 2 turun 2,58 persen atau Rp600 menjadi Rp22.700 per kilogram.
Pasokan Cabai Membaik
Secara umum, data harga pangan nasional per 24 Juni 2026 menunjukkan adanya tekanan kenaikan pada sejumlah komoditas pokok, terutama beras dan bawang putih. Di sisi lain, harga cabai rawit mengalami koreksi tajam yang mengindikasikan membaiknya pasokan di sejumlah sentra produksi.
Sementara itu, penurunan harga daging ayam, telur, dan daging sapi memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh sumber protein dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar pangan nasional masih bergerak dinamis seiring perubahan distribusi, produksi, dan kebutuhan konsumsi masyarakat di berbagai daerah.***
Sumber Data: PIHPS BI



Tinggalkan Balasan