Subang Jadi Pilot Project Kementan, Mampukah Pertahankan Status Lumbung Pangan Nasional?

|

GUGAH- Pemerintah Kabupaten Subang kembali mendapat kepercayaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai daerah percontohan (pilot project) Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan Tanam Serentak. Namun, di tengah tingginya capaian Luas Tambah Tanam (LTT), tantangan menjaga keberlanjutan produksi pangan dan ketersediaan sarana pendukung masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab.

Kegiatan yang digelar di Desa Bojongjaya, Kecamatan Pusakajaya, Kamis (18/6/2026), melibatkan 11 kabupaten penerima bantuan benih padi dari Kementerian Pertanian. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mengejar kekurangan target LTT Jawa Barat yang masih menyisakan sekitar 30 ribu hektare.

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, menyebut penunjukan Subang sebagai pilot project merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Hingga 17 Juni 2026, capaian LTT Kabupaten Subang tercatat mencapai 11.633 hektare, tertinggi di Indonesia.

Baca Juga:  Anggaran Benih untuk Tingkatkan Produksi Pangan Disalahgunakan, Prabowo: Saya Sedih

“Kami optimistis dengan semangat gotong royong dan kolaborasi semua pihak, Subang akan terus menjadi penyangga pangan nasional,” ujar Asep.

Meski demikian, status tersebut dinilai tidak boleh hanya menjadi kebanggaan seremonial. Keberhasilan mempertahankan produktivitas pertanian sangat bergantung pada kepastian pasokan air, distribusi sarana produksi, serta perlindungan lahan pertanian dari ancaman alih fungsi.

Dalam kesempatan tersebut, Plh. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan, menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran secara efektif dan menjamin pemerintah akan mendukung kebutuhan air bagi petani melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan PLN.

Baca Juga:  Dilema Ketahanan Pangan: Stok Pupuk Indramayu Aman, Tapi Bayang-Bayang Krisis Energi Menghantui

“Selama masih ada air, petani tanam saja. Kementerian Pertanian akan hadir,” tegas Irham.

Pada kegiatan tersebut, Kementerian Pertanian juga menyerahkan bantuan benih padi sebanyak 461.350 kilogram senilai Rp6,45 miliar untuk areal tanam seluas 15.998 hektare. Selain itu, sejumlah kelompok tani di Kecamatan Pusakajaya menerima bantuan enam unit traktor roda dua dan empat unit pompa air.

Baca Juga:  Tepat Hari Buruh, Wakil Ketua Ansor Jabar Ahmad Fathoni Mulai Olah 3.000 m² Lahan Kentang Granola L di Kertasari

Namun demikian, bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek kuantitas semata. Efektivitas pemanfaatan bantuan, pendampingan kepada petani, serta keberlanjutan program menjadi faktor penting agar target peningkatan produksi tidak hanya tercapai dalam jangka pendek, tetapi mampu menjaga posisi Subang sebagai salah satu penyangga pangan nasional secara berkelanjutan.

Di tengah ancaman perubahan iklim dan meningkatnya tekanan terhadap lahan pertanian, keberhasilan program ini akan menjadi ujian nyata apakah predikat lumbung padi nasional yang disandang Kabupaten Subang dapat terus dipertahankan, atau justru hanya menjadi capaian statistik yang sulit dijaga dalam jangka panjang. *****

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran