Al-Ulfah Perluas Kiprah Pendidikan, Resmikan STAI di Tengah Haflah Akhirussanah

|

GUGAH – Yayasan Islam Al-Ulfah menandai babak baru pengembangan lembaga pendidikannya dengan meresmikan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ulfah. Peresmian tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Haflah Akhirussanah Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar selama tiga hari di kompleks Yayasan Islam Al-Ulfah, Kabupaten Garut mulai tanggal 20 sampai 22 Juni 2026.

Kegiatan tahunan tersebut tidak hanya menjadi momen pelepasan siswa dan santri, tetapi juga memperlihatkan arah pengembangan Al-Ulfah sebagai lembaga pendidikan Islam yang kini memiliki jenjang pendidikan mulai dari pesantren, madrasah hingga perguruan tinggi.

Tercatat sebanyak 1.143 peserta didik mengikuti rangkaian haflah, terdiri dari 423 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), 470 siswa Madrasah Aliyah (MA), serta 250 santri Pondok Pesantren Al-Ulfah. Ribuan orang tua, wali murid, alumni, tokoh masyarakat, dan pengawas madrasah turut menghadiri kegiatan tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi Irsalul Mutakharrijin wa Ikhtitamu Kutubid Dirosiyyah, sebuah tradisi akademik pesantren yang menjadi simbol berakhirnya proses pembelajaran kitab-kitab klasik. Pada kesempatan itu, sejumlah santri memperoleh penghargaan setelah berhasil menuntaskan hafalan Kitab Alfiyah Ibnu Malik, salah satu kitab rujukan utama dalam disiplin ilmu nahwu yang menjadi bagian penting dalam tradisi keilmuan pesantren.

Baca Juga:  Dewan Energi Mahasiswa Jabar, Soroti Serius Kenaikan BBM

Prosesi berlangsung dengan nuansa akademik yang kental. Para santri menampilkan kemampuan berbahasa Arab, Inggris, dan Indonesia sebagai bentuk implementasi pembelajaran yang diterapkan di lingkungan pesantren.

Memasuki hari kedua, perhatian peserta tertuju pada prosesi pelepasan siswa kelas IX MTs dan kelas XII MA yang diawali kirab alumni. Selain penyerahan ijazah simbolis, pengalungan medali, dan penghargaan bagi lulusan berprestasi, momen tersebut menjadi sejarah baru bagi Yayasan Islam Al-Ulfah melalui peresmian STAI Al-Ulfah.

Ketua Yayasan Islam Al-Ulfah, KH Deden Rahmat Aonillah, mengatakan pendirian STAI merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai keislaman. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para alumni madrasah maupun pesantren untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan karakter kepesantrenan yang telah dibangun sejak dini.

Baca Juga:  Hewan Kurban Presiden Prabowo dan Gubernur Andra Soni Disambut Antusias Warga Kreo Tangerang

Ia menilai pembangunan kualitas sumber daya manusia tidak cukup berhenti di tingkat pendidikan menengah. Karena itu, yayasan berupaya menghadirkan kesinambungan pendidikan yang mampu melahirkan lulusan berkompeten sekaligus memiliki integritas moral dan spiritual.

Sementara itu, Kepala MTs Al-Ulfah H. Aim Nurul Alim, dan Kepala MA Al-Ulfah H. Aceng Masturo, mengapresiasi capaian para peserta didik selama menempuh pendidikan. Menurut mereka, prestasi yang diraih siswa tidak hanya terlihat dari bidang akademik, tetapi juga dalam penguasaan ilmu-ilmu keislaman, termasuk hafalan kitab kuning yang menjadi identitas pendidikan pesantren.

Rangkaian Haflah Akhirussanah kemudian ditutup dengan agenda kenaikan kelas bagi siswa MTs dan MA. Pada kesempatan tersebut, yayasan memberikan penghargaan kepada peserta didik berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik maupun nonakademik selama satu tahun pembelajaran. Penampilan seni islami dari para santri turut menjadi penutup rangkaian kegiatan sebelum pembagian laporan hasil belajar.

Baca Juga:  Hadir di Belajaraya 2026, Menteri Jumhur Hidayat Targetkan Persoalan Sampah Nasional Tuntas dalam Dua Tahun

Di sisi lain, Pengawas Bina Madrasah, Dra. Hj. Nurjanah Lidia, dan H. Dadan Sudrajat, menilai model pendidikan yang diterapkan Al-Ulfah menunjukkan perpaduan yang kuat antara kurikulum formal dan tradisi pendidikan pesantren. Menurut mereka, integrasi tersebut menjadi modal penting dalam membentuk generasi yang memiliki kompetensi akademik, wawasan keagamaan, serta karakter yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Melalui penyelenggaraan Haflah Akhirussanah tahun ini, Yayasan Islam Al-Ulfah tidak hanya menutup perjalanan tahun ajaran 2025/2026, tetapi juga menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem pendidikan Islam yang berkesinambungan, mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran