GUGAH – Mengawali lembaran baru dalam penanggalan Islam, datangnya Tahun Baru 1448 Hijriah senantiasa menjadi pengingat bagi umat Islam untuk merenung, memperbaiki diri, serta memperkokoh ikatan persaudaraan.
Di Kecamatan Cikalongkulon, semangat makna tersebut diwujudkan dalam sebuah kegiatan akbar bernama Gebyar Muharam 1448 H, yang diselenggarakan melalui kerja sama yang harmonis antara Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Besar Baiturrahman, Remaja Masjid, BKPRMI, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 4.000 peserta yang meliputi berbagai lapisan masyarakat: mulai dari anak-anak PAUD, siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga perwakilan instansi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan se-kecamatan.
Keikutsertaan lintas usia dan latar belakang ini mencerminkan bahwa peringatan Muharam bukan sekadar tradisi, melainkan sarana yang menyatukan seluruh warga dalam satu tujuan mulia.
Dipimpin oleh Moch. Rizki Sihabudin selaku Ketua Panitia dan didampingi M. Aldi Aprilian sebagai Sekretaris, kegiatan ini terselenggara berkat dukungan luas dari berbagai pihak. Di antaranya Kepala KUA Cikalongkulon H. M. Rusliana, Wakil Ketua DKM Besar Baiturrahman KH. Abbas Hasan Basri, Ketua PGRI Dedi Haryanto, Ketua PGM Ahmad Rudiana, Camat Cikalongkulon Ivus Yusuf, serta Koordinator Pendidikan Dedi Sumarno. Keterlibatan tokoh agama, pemerintah, pendidik, dan pemuka masyarakat menjadi bukti nyata bahwa sinergi adalah kunci mewujudkan lingkungan yang religius dan damai.
Lebih dari sekadar perayaan, Gebyar Muharam ini memiliki makna mendalam: sebagai sarana syiar Islam yang damai dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat, momentum ini menjadi ruang untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai keimanan, kesabaran, serta rasa saling memiliki antar warga. Semangat kebersamaan yang terpancar dari antusiasme peserta menjadi harapan baru bagi terciptanya persatuan yang kokoh.
Camat Cikalongkulon, Iyus Yusuf, menyampaikan harapan yang sarat makna, “Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, semoga Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, menjadi lebih berkah,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Doa ini menggambarkan keinginan bersama agar setiap langkah kebaikan membawa dampak positif bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan seluruh warganya.
Pada akhirnya, Gebyar Muharam 1448 H menjadi pengingat bahwa awal tahun baru Islam adalah momen untuk berbenah hati, memperkuat iman, dan menjaga tali persaudaraan.
Semoga semangat yang terjalin hari ini terus terpelihara, menjadikan Cikalongkulon sebagai wilayah yang religius, harmonis, dan senantiasa dilimpahi keberkahan. (M. Ilyas Alawi)



Tinggalkan Balasan