Bursa Berdarah-darah, IHSG Ambles 10 Persen Lebih dalam Sepekan

|

GUGAH – Bursa saham Indonesia sedang tidak ramah. Dalam hitungan empat hari perdagangan (sepekan), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bak kehilangan pegangan dan tergelincir cukup dalam.

Berdasarkan data pergerakan teknikal terbaru, IHSG ambruk 664,60 poin atau 10,62 persen hanya dalam sepekan. Angka yang cukup untuk membuat portofolio investor berubah jadi merah menyala.

Yang membuat situasi semakin mencolok, penurunan tersebut terjadi dalam waktu relatif singkat. Grafik perdagangan memperlihatkan deretan candlestick merah yang nyaris tak memberi ruang bagi pasar untuk bernapas.

Baca Juga:  Hari Ini IHSG Rontok 3,46 Persen Terperosok ke Level 6.370

Volume transaksi pun tak kalah mencengangkan. Sebanyak 131,28 miliar saham berpindah tangan selama periode pelemahan tersebut. Artinya, ketika sebagian pelaku pasar memilih bertahan, sebagian lainnya tampak sibuk mencari pintu keluar.

Secara teknikal, IHSG sedang berada dalam fase yang tidak nyaman. Tekanan jual masih mendominasi dan belum terlihat adanya sinyal kuat yang mampu mengangkat indeks kembali ke jalur penguatan.

Baca Juga:  Dinilai Tenang dan Santun Hadapi Berbagai Serangan, PCNU se-Lampung Sepakat Dukung Gus Yahya Kembali Pimpin PBNU

Bagi investor, kondisi ini ibarat berkendara di jalan menurun saat hujan deras. Gas tidak bisa sembarangan diinjak, rem pun harus digunakan dengan hati-hati.

Meski demikian, koreksi tajam bukanlah hal baru di pasar modal. Dalam sejarahnya, IHSG beberapa kali mengalami fase serupa sebelum akhirnya menemukan titik keseimbangan baru.

Saat ini perhatian pelaku pasar tertuju pada sejumlah sentimen penting, mulai dari pergerakan rupiah, arah suku bunga, kondisi ekonomi global, hingga aksi investor asing yang masih menjadi penentu utama pergerakan pasar domestik.

Baca Juga:  IHSG Dibayangi Ujian Baru, Rebound Berlanjut atau Kembali Terkoreksi?

Satu hal yang pasti, pekan ini menjadi salah satu periode yang membuat banyak investor menahan napas. IHSG belum sepenuhnya menemukan pijakan, sementara pasar masih menunggu kabar baik yang bisa menghentikan derasnya tekanan jual.

Apakah ini hanya koreksi sementara atau awal dari tekanan yang lebih panjang? Jawabannya masih akan ditentukan oleh pergerakan pasar dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran