Berlomba Wujudkan Kemandirian Ekonomi, GP ANSOR Cianjur Kembangkan Program AGRO

CIANJUR – GP ANSOR Kabupaten Cianjur terus mendorong kemandirian ekonomi kader melalui program unggulan bertajuk AGRO. Program ini menjadi salah satu ikhtiar pemberdayaan kader yang difokuskan pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

AGRO merupakan program pemberdayaan kader yang dirancang sesuai minat dan potensi kader GP ANSOR di Kabupaten Cianjur dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki daerah tersebut.

Wakil Ketua PC GP ANSOR Cianjur, sekaligus kordinator AGRO sekaligus Direktur PT Agro Berkah Ansor, Riqbal, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari pola kaderisasi organisasi yang diwujudkan melalui pemberdayaan ekonomi kader.

“Program ini merupakan bagian dari pola kaderisasi yang berwujud pemberdayaan kader untuk mencapai kemandirian ekonomi sesuai potensinya. Hal ini juga merujuk pada tagline yang selalu digaungkan senior kami di PP GP ANSOR, Sahabat Deni Ahmad Haidari, yakni ‘Sagala Nyaho, Sagala Bisa, Sagala Boga’,” ujar Riqbal Selasa (26/5/2026).

Baca Juga:  Refleksi Hari Pendidikan Nasional: Ironi Sistem Pendidikan di Cianjur

Menurutnya, makna dari tagline tersebut adalah kader ANSOR harus memiliki wawasan luas, produktif, serta mandiri secara finansial.

“Kader ANSOR jangan berleha-leha dan stagnan. Sejatinya solusi dalam kehidupan itu adalah eksekusi, bukan hanya berdiam diri tanpa gerakan,” tegasnya.

Riqbal menambahkan, Pimpinan Pusat GP ANSOR juga memiliki gerakan AGRO Maritim. Dari gagasan tersebut, pihaknya kemudian merumuskan konsep AGRO Cianjur yang fokus pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sesuai potensi daerah.

Baca Juga:  Membawa Suara Akar Rumput: Representasi Cianjur Siap Menuju Panggung Duta Lingkungan Jawa Barat 2026

Program AGRO kini telah berkembang di berbagai tingkatan struktural organisasi, mulai dari PC hingga PAC. Setiap wilayah bahkan memiliki identitas AGRO masing-masing, seperti PAC Karangtengah dengan “AGRO Kader” dan PAC Cibeber dengan “AGRO Cyber”.

“Semua bergerak dalam satu komando untuk mewujudkan kemandirian ekonomi kader melalui AGRO,” katanya.

Ia menegaskan, gerakan AGRO dijalankan dengan asas kolektif dan komitmen bersama secara mandiri tanpa bergantung pada anggaran pemerintah maupun dukungan investor.

“Semua murni atas dasar kesadaran dan komitmen untuk berkembang serta maju bersama. Alhamdulillah, pemberdayaan AGRO mendapat antusiasme besar dan kini sudah berjalan di 26 kecamatan dari total 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur,” jelasnya.

Baca Juga:  Selat Hormuz Membara, Dapur Rakyat Merana: Harga Minyak Goreng Kian Tak Terkendali

Riqbal juga menekankan bahwa membangun sebuah perusahaan maupun gerakan ekonomi membutuhkan kesadaran dan komitmen yang kuat.

“Kita harus menikmati proses sebelum menikmati hasil. Kalau dijalani dengan sungguh-sungguh, tentu hasil akan tercapai,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh kader ANSOR Cianjur terus berkembang dan produktif, tidak hanya menjadi konseptor, tetapi juga mampu menjadi eksekutor di lapangan.

“Melalui gerakan AGRO ini, ANSOR Cianjur sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan pangan. Semoga gerakan ini dapat membantu mewujudkan cita-cita kaum muda, bangsa, dan negara,” pungkasnya.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran