9 WNI Diculik Israel Saat Misi Kemanusiaan GSF ke Gaza

|

TURKEY – Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan ditahan dan diduga diculik oleh militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) yang berupaya menembus blokade Gaza melalui jalur laut.

Kesembilan warga Indonesia dari berbagai latar belakang organiasiasi baik itu tiga Jurnalis maupun aktivis kemanusiaan yang terhimpun dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) ini ditangkap secara bertahap, lantaran mereka tidak dalam satu armada kapal kemanusiaan.

Insiden tersebut terjadi ketika armada kemanusiaan internasional yang membawa ratusan aktivis dari berbagai negara dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional dekat Siprus. Sejumlah kapal dilaporkan diboarding secara paksa dan para relawan dibawa ke lokasi yang belum diketahui secara pasti.

Baca Juga:  Bandung Darurat Sampah: Kuota Sarimukti Habis, Wali Kota Muhammad Farhan Tutup TPS Sementara

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan tengah melakukan koordinasi intensif untuk memastikan keselamatan para WNI yang tergabung dalam misi tersebut. Sejumlah pejabat Indonesia juga mengecam tindakan intersepsi terhadap kapal sipil yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

Laporan yang berkembang menyebutkan bahwa sembilan WNI tersebut terdiri dari aktivis kemanusiaan dan jurnalis Indonesia yang ikut mendokumentasikan misi Global Sumud Flotilla. Tiga di antaranya diketahui merupakan jurnalis media nasional yang bertugas meliput langsung perjalanan armada kemanusiaan tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan pemerintah Indonesia mempertimbangkan langkah hukum internasional atas penahanan para WNI itu. Pemerintah menilai tindakan Israel terhadap kapal sipil di perairan internasional berpotensi melanggar hukum internasional dan hukum humaniter internasional.

Baca Juga:  GSF akan Lanjutkan Misi Pelayaran Kemanusiaan Menembus Blokade Gaza

Sementara itu, sejumlah anggota parlemen Indonesia mendesak pemerintah bergerak cepat untuk membebaskan para WNI yang ditahan. Mereka meminta Indonesia menggunakan seluruh jalur diplomatik, termasuk melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara sahabat, guna menekan Israel agar segera membebaskan seluruh aktivis kemanusiaan.

Global Sumud Flotilla sendiri merupakan koalisi internasional yang terdiri dari aktivis, dokter, jurnalis, dan relawan kemanusiaan dari puluhan negara. Armada tersebut bertujuan mengirim bantuan kemanusiaan sekaligus menuntut dibukanya akses bantuan bagi warga Gaza yang selama berbulan-bulan menghadapi krisis pangan, obat-obatan, dan layanan kesehatan akibat blokade dan agresi militer berkepanjangan.

Baca Juga:  Konvoi Darat Global Sumud Menuju Gaza Tegaskan Misi Kemanusiaan dan Moral untuk Palestina

Pihak penyelenggara flotilla menuding operasi pencegatan yang dilakukan Israel sebagai “pembajakan” dan “penculikan di laut internasional”. Mereka menyebut sejumlah kapal mengalami gangguan komunikasi sebelum akhirnya dikuasai pasukan bersenjata Israel.

Hingga kini, kondisi terkini sembilan WNI tersebut masih terus dipantau. Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus mengupayakan perlindungan maksimal bagi seluruh warga negara yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut. ***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran