SUKABUMI – Di tengah krisis regenerasi petani yang mulai menghantui sektor pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi justru menunjukkan hasil nyata dari komitmen peembinaannya terhadap generasi muda. Pendampingan berkelanjutan yang dilakukan selama bertahun-tahun kini membuahkan prestasi membanggakan, setelah Jenal Abidin (33), petani milenial asal Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, sukses menembus Grand Final Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026 tingkat nasional.
Keberhasilan tersebut dinilai bukan sekadar capaian pribadi, melainkan bukti bahwa pembinaan, dukungan program, hingga fasilitasi alat pertanian modern mampu melahirkan petani muda yang inovatif dan berdaya saing.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska, mengatakan keberhasilan Jenal menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pertanian di Kabupaten Sukabumi, khususnya dalam upaya membangkitkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
“Keberhasilan petani milenial masuk Grand Final Young Ambassador Agriculture tingkat nasional tahun 2026 merupakan suatu kebanggaan,” ujar Denis saat diwawancara, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, di tengah perkembangan zaman saat ini, pertanian masih mampu menarik minat generasi muda untuk berkarya dan berprestasi.
“Di era sekarang, pertanian ternyata masih diminati generasi muda dan mampu menunjukkan bukti nyata, khususnya di Kecamatan Waluran,” sambungnya.
Denis menjelaskan, keberhasilan kelompok tani milenial seperti Waluran Green Farmer tidak diraih secara instan. Dinas Pertanian telah melakukan pembinaan dan pendampingan secara konsisten dalam jangka panjang.
“Pendampingan itu bukan sehari dua hari, bukan sebulan dua bulan. Tapi dilakukan terus menerus, mulai dari penyuluhan, peningkatan kapasitas hingga memfasilitasi kebutuhan kelompok tani,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Dinas Pertanian memberikan bantuan alat pertanian modern seperti combine harvester untuk panen padi serta traktor roda dua guna meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu, pihaknya juga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak demi memperkuat kapasitas petani muda.
Denis menilai, keberhasilan Jenal menjadi indikator positif bahwa regenerasi petani di Kabupaten Sukabumi mulai tumbuh. Apalagi, pemerintah juga menghadirkan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) untuk mendorong minat generasi muda di sektor pertanian.
“Program YESS menjadi wadah mencetak generasi muda agar terus termotivasi mencintai sektor pertanian. Saat ini perkembangan petani muda di Kabupaten Sukabumi terus tumbuh, baik di sektor hortikultura maupun tanaman pangan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Pemerintah juga menggulirkan program Brigade Pangan (BP) sebagai ruang bagi petani milenial mengembangkan kemampuan manajemen pertanian, khususnya sektor tanaman pangan dan padi.
“Di Kabupaten Sukabumi pada tahun 2025 sudah terbentuk 10 Brigade Pangan, dan salah satunya Kang Jenal menjadi pengurus Brigade Pangan di Waluran,” katanya.
Untuk mendorong lahirnya lebih banyak petani muda berprestasi, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan sesuai minat generasi muda.
“Langkah konkret kami adalah terus mendampingi dan membina petani milenial sesuai minat mereka, kemudian diarahkan dan dikolaborasikan dengan program-program pertanian yang ada,” ujarnya.
Pihaknya berharap keberhasilan Jenal mampu menjadi inspirasi sekaligus memunculkan lebih banyak petani muda kreatif dan inovatif di Kabupaten Sukabumi.
“Kami berharap akan tumbuh Green Farmer lainnya di Kabupaten Sukabumi. Selain itu, program-program yang berpihak kepada petani milenial baik dari pusat, provinsi maupun daerah bisa terus berlanjut,” paparnya.***



Tinggalkan Balasan