Zulhas Sebut 16 Agustus Mendatang 30 Ribu Koperasi merah Putih Ditargetkan Siap beroperasi

NGANJUK – Pemerintah mulai mempercepat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di berbagai daerah demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat arus bawah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan laporan penting tersebut dalam acara peresmian 1.061 KDMP di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Langkah taktis ini menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkuat ketahanan pangan dan memotong rantai pasok yang merugikan.

“Sebanyak 1.061 koperasi telah siap beroperasi penuh dan diresmikan serentak pada hari ini,” kata Zulkifli Hasan tegas di hadapan undangan.

Baca Juga:  Berbekal Ilmu dan Adab, 62 Siswa MA Plus Al Hikam Sumedang Terjun ke Masyarakat dalam Program PPL

Pemerintah mengonsentrasikan pembangunan ratusan unit koperasi ini di wilayah hukum dua provinsi besar Pulau Jawa. Peta sebaran mencatat wilayah Jawa Timur sukses merampungkan 530 unit KDMP yang tersebar merata di tujuh kabupaten strategis.

Sementara itu, wilayah Jawa Tengah mengawal pembangunan 531 unit KDMP yang mencakup delapan wilayah kabupaten dan kota setempat.

Otoritas mendorong penuh agar koperasi desa bertransformasi menjadi pusat penggerak utama urat nadi perekonomian masyarakat akar rumput.

Baca Juga:  IHSG Sempat Menguat Pagi Ini, Namun Kembali Layu ke Level 6.826

Kehadiran KDMP memikul tanggung jawab besar untuk memperkuat jalur distribusi pangan sekaligus menyuntikkan modal bagi sektor usaha kecil.

Zulhas memastikan bahwa kementerian teknis akan terus tancap gas melakukan percepatan pembangunan di berbagai wilayah luar Jawa.

Mantan Menteri Perdagangan ini bahkan sudah memasang target raksasa yang wajib tuntas sebelum momentum hari kemerdekaan Indonesia nanti.

“Pemerintah menargetkan lebih dari 30 ribu unit KDMP selesai dibangun dan beroperasi penuh hingga 16 Agustus mendatang,” ujarnya mematok target.

Baca Juga:  Hak Jawab SMKN 1 Purwakarta: Klarifikasi Kegiatan Ketarunaan dan Imbauan Membawa Paving Block

KDMP yang dinilai menjadi senjata utama kabinet untuk memperkuat sistem ekonomi berdikari yang berorientasi pada wilayah pedesaan.

Negara menaruh harapan besar agar jaringan koperasi ini mampu membuka jutaan lapangan kerja baru di daerah pinggiran.

Sinergi kuat ini dipercaya akan mempercepat perputaran uang dan meruntuhkan dominasi tengkulak yang menjerat nasib para petani lokal.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran