Kenaikan Yesus Kristus dan Pentingnya Menjaga Toleransi Beragama

Momentum peringatan Kenaikan Yesus Kristus menjadi salah satu pengingat penting bagi bangsa Indonesia tentang arti hidup berdampingan dalam keberagaman. Sebagai bangsa yang dibangun di atas semangat persatuan, Indonesia telah lama menjadikan toleransi sebagai pondasi dalam menjaga harmoni sosial, termasuk dalam kehidupan antarumat beragama.

Dalam pandangan Islam, menghormati keyakinan orang lain merupakan bagian dari ajaran akhlak dan kemanusiaan. Toleransi bukan berarti mencampuradukkan akidah, melainkan menghadirkan sikap saling menghormati, saling menjaga, dan saling memberi ruang untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Nilai inilah yang menjadi salah satu ciri utama masyarakat Indonesia yang beradab.

Peringatan Kenaikan Yesus Kristus hendaknya dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat ukhuwah insaniyyah atau persaudaraan kemanusiaan. Di tengah dinamika sosial dan derasnya arus informasi yang sering kali memicu perpecahan, masyarakat perlu menghadirkan sikap bijak, tenang, dan dewasa dalam menyikapi perbedaan. Jangan sampai perbedaan keyakinan justru menjadi alasan lahirnya kebencian, permusuhan, atau sikap saling merendahkan.

Baca Juga:  Kegelisahan Dunia Akademik di Tengah Bayang-bayang Militerisasi

Islam sendiri mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Rasulullah SAW telah memberikan teladan bagaimana membangun kehidupan sosial yang damai bersama masyarakat yang berbeda agama dan latar belakang. Oleh karena itu, toleransi harus dipahami sebagai upaya menjaga kedamaian bersama tanpa mengurangi keteguhan dalam menjalankan ajaran agama masing-masing.

Sebagai masyarakat Garut yang dikenal religius dan menjunjung tinggi nilai budaya, semangat toleransi harus terus dirawat. Kehidupan yang rukun akan melahirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan produktif. Sebaliknya, apabila masyarakat mudah terprovokasi oleh isu-isu perpecahan, maka kerukunan yang selama ini terbangun dapat terganggu.

Baca Juga:  Kita, Tembok dan Bunga-bunga – Seri 2

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan bangsa. Tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga generasi muda memiliki peran penting dalam menanamkan nilai saling menghormati sejak dini. Toleransi bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun kehidupan sosial.

Melalui momentum Kenaikan Yesus Kristus ini, mari bersama-sama memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta menghadirkan wajah Indonesia yang damai dan penuh kasih sayang. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling mengenal, saling memahami, dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih harmonis.

Baca Juga:  EDITORIAL: Tanpa Kehadiran Gubernur Jawa Barat di Stadion, Persib Tetap Naga

Oleh: Dr. H. Aceng Hilman Umar Basori, M.Pd.Penulis adalah Wakil Ketua MUI Garut Bidang Ukhuwwah Islamiyah dan Sekretaris PCNU Kabupaten Garut

Disclaimer: Artikel ini bukan Karya Jurnalistik dari Gugah.co. Suara Pinggiran merupakan wadah bagi para akademisi, aktivis atau analis yang ingin menyuarakan gagasan, opini atau pemikirannya.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran