Diduga Serangan Jantung, Seorang Sopir Ditemukan Meninggal Dunia di Persawahan Cibeureum

KUNINGAN – Warga Desa Cibeureum, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, digemparkan dengan penemuan jenazah seorang pria di area persawahan Blok Jubel Pamanukan, Jumat (8/5/2026). Korban diidentifikasi bernama Kasikun (52), pria yang berprofesi sebagai sopir dan merupakan warga setempat.

Penemuan tersebut bermula saat seorang warga yang tengah beraktivitas menyemprot tanaman padi di sekitar lokasi melihat tubuh korban tergeletak di tengah sawah. Saksi kemudian segera meminta bantuan warga lainnya sebelum melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian.

Baca Juga:  Polisi Bekuk TNI Gadungan Spesialis Penipu Pedagang di Sumedang

Kapolsek Cibingbin, Iptu Trisno Pambudi, menyatakan bahwa setelah menerima laporan, anggota kepolisian bersama warga segera melakukan evakuasi terhadap korban ke Puskesmas Cibeureum. Namun, berdasarkan pemeriksaan tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Guna memastikan penyebab kematian, petugas Inafis dari Polres Kuningan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan fisik luar. Hasilnya, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka mencurigakan pada tubuh korban.

Baca Juga:  Ada Kirab Mahkota Binokasih, Cek Rekayasa Lalu Lintas di Kota Bogor Hari Ini

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Kasikun dikabarkan tengah dalam masa pengobatan rutin di Rumah Sakit Jantung Hasna Medika sebelum kejadian tersebut terjadi.

“Tidak ditemukan tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya,” jelas Iptu Trisno Pambudi.

Dalam penanganan kasus ini, kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi, di antaranya pakaian korban dan satu unit sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi B 6318 UEO milik korban.

Baca Juga:  Pemkot Bekasi Gelar Skrining Payudara Gratis, Wiwiek Hargono: Deteksi Dini Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Berdaya

Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan secara resmi menolak untuk dilakukan autopsi. Usai seluruh proses pemeriksaan di puskesmas selesai, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemulasaraan dan pemakaman.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *