Karang Taruna Kampung Baros Satukan Warga Lewat Helatan Sumpah Pemuda 2026

|

GUGAH — Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kampung Baros, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan partisipasi masyarakat. Karang Taruna Kampung Baros RW 10 melalui Kabinet Selayang Tandang menggelar Helatan Sumpah Pemuda: Pekan Prestasi dan Panggung Rakyat pada 22–28 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan warga Kampung Baros, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah Kedusunan III Baros Maleber, meliputi RW 09, RW 11, dan RW 12. Beragam kegiatan diselenggarakan untuk membuka ruang bagi anak-anak, pemuda, kelompok seni, serta masyarakat lintas generasi agar dapat berpartisipasi dan menampilkan potensi mereka.

Helatan Sumpah Pemuda 2026 dikemas melalui dua agenda utama, yakni Pekan Prestasi dan Panggung Rakyat. Pekan Prestasi diarahkan untuk anak-anak berusia maksimal 12 tahun sebagai ruang mengembangkan kemampuan, keberanian, kreativitas, serta semangat berkompetisi secara sehat.

Rangkaian perlombaan dalam Pekan Prestasi mencakup kegiatan Porseni, seperti Liga Akamsi, baca puisi, pidato, mendongeng, dan menyanyi. Selain itu, kegiatan juga menghadirkan Porsadin atau Pekan Olahraga dan Seni Antar-Diniyah sebagai bagian dari pengembangan potensi anak-anak.

Baca Juga:  PWNU Jateng Tolak Politik Uang dan Intervensi Pemerintah di Muktamar NU ke-35

Sementara itu, Panggung Rakyat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mempererat hubungan sosial. Pertunjukan tari, kabaret, dan musik turut memeriahkan kegiatan, dengan melibatkan kelompok seni lokal dan berbagai kalangan masyarakat.

Melalui dua agenda tersebut, Karang Taruna berupaya menjadikan peringatan Sumpah Pemuda lebih dekat dengan kehidupan warga. Kegiatan ini sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam membangun lingkungan melalui kreativitas dan kerja bersama.

Tidak hanya berfokus pada seni dan prestasi, Helatan Sumpah Pemuda juga mengintegrasikan edukasi lingkungan dalam rangkaian kegiatannya. Panitia mengajak masyarakat memanfaatkan limbah rumah tangga agar memiliki nilai guna dan tidak sekadar berakhir sebagai sampah.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah membagikan botol bekas untuk memfasilitasi pengumpulan minyak jelantah. Minyak bekas tersebut direncanakan untuk diolah menjadi lilin aromaterapi, sedangkan tutup botol plastik diperkenalkan sebagai bahan kerajinan gantungan kunci.

Baca Juga:  Ajak Masyarakat Sadar Ekoteologi, Menag Nasaruddin Umar: Ketaatan Tercermin dalam Menjaga Lingkungan

Ketua Panitia sekaligus Pimpinan Karang Taruna Kabinet Selayang Tandang, Nandar Ibrahim Subagja, S.Sos., mengatakan bahwa peran organisasi kepemudaan tidak sebatas menyelenggarakan kegiatan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bagi kami, Karang Taruna bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan ruang belajar bersama untuk mengupayakan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat. Perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar; ia bisa tumbuh dari ruang sederhana dari anak-anak yang berani berprestasi, masyarakat yang berani berkarya, serta kebiasaan kecil dalam memilah sampah di rumah,” ujar Nandar.

Menurutnya, perubahan sosial dapat dimulai dari lingkungan terdekat melalui kegiatan yang mendorong anak-anak berprestasi, masyarakat berkarya, dan warga membangun kebiasaan yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Pembina Wilayah sekaligus perwakilan warga RW 10, Wahyudin, turut mengapresiasi inisiatif Karang Taruna Kampung Baros dalam menghadirkan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat gotong royong sekaligus menjaga keharmonisan lingkungan.

Baca Juga:  Sambut PKD, GP Ansor Karangtengah Ziarah ke Makam KH Opo Musthofa

“Kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong di lingkungan kita. Kami berharap pesan kepedulian lingkungan dan ruang kolaborasi ini tidak berhenti saat acara usai, melainkan berlanjut dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Wahyudin.

Penyelenggaraan Helatan Sumpah Pemuda 2026 menunjukkan bagaimana peringatan hari bersejarah dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara pemuda, anak-anak, kelompok seni, dan warga menjadi bagian penting dalam membangun ruang sosial yang terbuka dan produktif.

Melalui kegiatan ini, Karang Taruna Kampung Baros RW 10 mendorong agar semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada seremoni tahunan. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh melalui pemberdayaan potensi lokal, penguatan solidaritas warga, dan kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran