GUGAH – Musibah kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di Kampung Cigupit, Desa Pedangkamulyan, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, tidak hanya menyisakan kehilangan bagi keluarga korban, tetapi juga menggerakkan kepedulian banyak pihak.
Sebagai bentuk solidaritas, Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bojonggambir menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako kepada keluarga korban pada Kamis (22/10/2026). Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak setelah korban kehilangan tempat tinggal beserta seluruh harta bendanya akibat kebakaran.
Ketua PAC GP Ansor Bojonggambir mengatakan aksi kemanusiaan tersebut merupakan wujud kepedulian sekaligus khidmah kader Ansor kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Kami merasa terpanggil melihat kondisi saudara kita yang kehilangan tempat tinggal dan seluruh hartanya. Bantuan uang tunai dan sembako yang kami serahkan hari ini mungkin tidak bisa menggantikan apa yang telah hilang, tetapi kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok dan memberi semangat bagi keluarga korban,” ujarnya, dikutip pada Jumat (23/10/2026).
Bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan donasi dari jajaran pengurus dan kader GP Ansor Bojonggambir. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas musibah yang membuat korban harus memulai kembali kehidupannya dari awal.
Penyerahan bantuan turut didampingi kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta tokoh masyarakat setempat. Suasana haru mewarnai proses penyerahan bantuan ketika keluarga korban menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan.
Bagi GP Ansor Bojonggambir, aksi sosial tersebut tidak hanya bertujuan meringankan beban korban, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat. Organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama itu berharap kepedulian terhadap sesama terus tumbuh, terutama ketika ada warga yang sedang menghadapi musibah.
Melalui aksi kemanusiaan ini, GP Ansor Bojonggambir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga budaya saling membantu. Sebab, di tengah cobaan yang datang tanpa diduga, kehadiran dan kepedulian sesama menjadi kekuatan penting bagi mereka yang sedang berusaha bangkit dari kehilangan.***





Tinggalkan Balasan