66 Pelajar Ikuti Arena Intelektual IPNU-IPPNU Garut, Uji Wawasan Aswaja hingga Kebangsaan

|

GUGAH  — Sebanyak 66 pelajar dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Komisariat (PK), dan Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU se-Kabupaten Garut mengikuti kegiatan Arena Intelektual Ideologi Pelajar di Pondok Pesantren (PP) Nurul Huda, Cisurupan, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Garut ini menjadi upaya memperkuat wawasan keislaman, ke-NU-an, kebangsaan, dan kepesantrenan di kalangan pelajar.

Melalui perlombaan cerdas cermat, para peserta didorong untuk mengembangkan kemampuan intelektual sekaligus memperdalam pemahaman terhadap ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kader pelajar yang progresif, berkarakter, dan memiliki fondasi ideologi yang kuat dalam menjalankan peran organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, serta Mars IPNU dan IPPNU. Susunan tersebut menjadi bagian dari penguatan semangat kebangsaan sekaligus peneguhan identitas dan nilai perjuangan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua PC IPNU Kabupaten Garut dan Sekretaris MWCNU Cisurupan, KH. Muhammad Abdirrahmah. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan MWCNU Cisurupan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Setelah prosesi pembukaan ditutup, kegiatan berlanjut dengan penyampaian tata tertib dan pelaksanaan perlombaan.

Baca Juga:  Pemkab Garut Tetapkan Tanggap Darurat Kebakaran TPA Pasirbajing, 27 Personel Dikerahkan

Dalam sambutannya, Ketua PC IPNU Kabupaten Garut, M. Taopik, menyampaikan bahwa Arena Intelektual Ideologi Pelajar merupakan upaya strategis untuk membangun tradisi intelektual dan memperkuat ideologi kader pelajar Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, kader IPNU-IPPNU tidak cukup hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga perlu memiliki keluasan pengetahuan, pemahaman keagamaan yang kokoh, dan kemampuan menjawab tantangan zaman. Nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah perlu dipahami dan diimplementasikan agar menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan berorganisasi.

Melalui kegiatan tersebut, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Garut berharap lahir generasi pelajar yang berilmu, berakhlak, memiliki daya saing, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Penguatan intelektual dan ideologi menjadi bagian penting dalam membentuk kader yang tidak hanya memahami nilai-nilai organisasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian tata tertib dan pelaksanaan lomba cerdas cermat. Materi perlombaan mencakup empat bidang utama, yakni Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Nahdlatul Ulama, kebangsaan, dan kepesantrenan.

Baca Juga:  KH. Samhari Paparkan Sejarah Perjuangan IPNU Garut: Menelusuri Akar, Tantangan, dan Kebangkitan

Keempat bidang tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengujian pengetahuan peserta terhadap nilai-nilai keagamaan, sejarah dan tradisi organisasi, wawasan kebangsaan, serta kehidupan pesantren. Melalui kompetisi edukatif ini, peserta didorong untuk memperluas wawasan, meningkatkan ketajaman berpikir, dan memperkuat pemahaman terhadap landasan ideologi organisasi.

Lomba cerdas cermat juga menjadi sarana untuk menumbuhkan jiwa kompetitif yang sehat di antara kader. Kompetisi tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian hasil, tetapi juga diharapkan memperkuat kedisiplinan, kerja sama, solidaritas, dan semangat belajar antarpelajar IPNU-IPPNU dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut.

Sekretaris MWCNU Cisurupan, KH. Muhammad Abdirrahmah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah positif dalam membangun generasi pelajar yang berilmu, berakhlak, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Ia berharap Arena Intelektual Ideologi Pelajar mampu menumbuhkan semangat belajar, memperkuat pemahaman ke-NU-an, serta membentuk kader yang memiliki wawasan luas dan keteguhan ideologi. Kader pelajar diharapkan memiliki kesiapan untuk meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

Kehadiran unsur PC IPNU-IPPNU, perwakilan PAC IPNU-IPPNU, serta MWCNU Cisurupan dalam pembukaan kegiatan menunjukkan dukungan terhadap upaya pengembangan kapasitas dan kaderisasi pelajar NU di Kabupaten Garut.

Baca Juga:  Polemik Rumah Ibadah di Bungursari, Budi Sopandi Muplih: Ujian Kedewasaan Beragama dan Kehadiran Negara

Arena Intelektual Ideologi Pelajar menjadi salah satu ruang pengembangan potensi kader melalui pendekatan kompetisi dan pembelajaran organisasi. Kegiatan ini mempertemukan pelajar dari berbagai tingkatan kepengurusan untuk menguji pengetahuan sekaligus memperkuat hubungan antarkader.

Penguatan intelektual, ideologi, dan karakter diharapkan berjalan beriringan dalam proses kaderisasi IPNU-IPPNU. Dengan pemahaman keagamaan yang kuat, wawasan kebangsaan yang luas, serta kemampuan berpikir kritis, kader pelajar diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.

Melalui kegiatan ini, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Garut menegaskan pentingnya membangun generasi pelajar NU yang tidak hanya memahami nilai-nilai organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan kesiapan untuk mengamalkan nilai tersebut dalam tindakan nyata.

Saat ini, kegiatan berlanjut pada perlombaan cerdas cermat yang menguji wawasan peserta dalam empat bidang utama, yakni Aswaja, Nahdlatul Ulama, kebangsaan, dan kepesantrenan. Kompetisi tersebut menjadi sarana penguatan pengetahuan, ideologi, serta kemampuan intelektual kader IPNU-IPPNU se-Kabupaten Garut.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran