Demo Tugu Tani Berakhir, Mahasiswa Bakar Flare dan Tinggalkan Lima Tuntutan

|

GUGAH — Aksi unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat sipil di kawasan Monumen Tugu Tani, Jakarta Pusat, berakhir pada Selasa (20/10/2026) malam. Setelah menyuarakan aspirasi dan memasang spanduk berisi lima tuntutan kepada pemerintah, massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 18.52 WIB. Sebagian peserta aksi yang masih bertahan sempat menyalakan flare sebelum meninggalkan lokasi.

Aksi tersebut berlangsung sejak sekitar pukul 15.00 WIB. Pembubaran massa terlihat berlangsung secara bertahap, diawali dengan pergerakan mobil komando yang ditumpangi Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, bersama rombongan. Kendaraan milik sejumlah elemen mahasiswa lainnya kemudian meninggalkan kawasan tersebut.

Baca Juga:  Baznas Kota Bekasi Bagikan Ribuan Masker kepada Pengguna Jalan, Antisipasi Dampak Abu Erupsi

Di tengah berakhirnya aksi, peserta demonstrasi juga menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sejumlah mahasiswa berkeliling membawa kantong sampah dan mengajak peserta lainnya mengumpulkan sampah agar tidak berserakan di sekitar lokasi unjuk rasa.

Setelah sejumlah mobil komando meninggalkan tempat, beberapa peserta yang masih berada di kawasan Tugu Tani sempat membakar flare. Meski aksi berlangsung tanpa penutupan jalan, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat terdampak kepadatan dan kemudian berangsur terurai. Petugas kepolisian turut membantu mengatur lalu lintas setelah massa membubarkan diri.

Sebelum membubarkan diri, mahasiswa dan masyarakat sipil memasang spanduk berukuran besar berbahan kain putih di Monumen Tugu Tani. Spanduk tersebut terpasang sekitar pukul 18.08 WIB dan, menurut laporan media, proses pemasangannya berlangsung kurang dari 20 menit.

Baca Juga:  Tarif Transjakarta Naik 2027, Rp3.500 Tinggal Kenangan Setelah 20 Tahun

Spanduk yang menjuntai ke bawah itu menutupi bagian monumen yang menghadap ke kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat. Lima tuntutan ditulis menggunakan tinta merah dan hitam sebagai pesan yang ditujukan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Adapun lima tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut meliputi:

  1. Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menetapkannya sebagai bencana nasional serta memulihkan ekosistem yang terdampak.
  2. Pembenahan tata kelola ekonomi untuk mengatasi ketimpangan sosial.
  3. Penghentian penyempitan ruang sipil dan militerisasi dalam kehidupan masyarakat.
  4. Pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
  5. Penurunan biaya pendidikan serta perwujudan sistem pendidikan yang berpihak kepada rakyat.
Baca Juga:  Persib Bidik Awal Manis di Shopee Cup, Port FC Jadi Ujian Perdana

Pemasangan spanduk menjadi salah satu penanda penyampaian aspirasi massa dalam demonstrasi tersebut. Setelah tuntutan disuarakan dan kegiatan di lokasi berakhir, peserta aksi meninggalkan kawasan Tugu Tani secara bertahap.

Berakhirnya demonstrasi itu menutup rangkaian aksi sore hingga malam hari di Jakarta Pusat. Adapun lima tuntutan yang disampaikan menjadi aspirasi yang ditujukan kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran