Surat dari Penjara Israel untuk Putriku

|

Dari balik jeruji penjara, aku menuliskan ini untukmu, Teresa.

Maafkan Ayah yang tidak bisa berada di sampingmu saat ini. Ada sesuatu yang lebih besar dari diri kita—sebuah tanggung jawab sejarah yang Ayah, Ibu, dan begitu banyak orang di dunia merasa harus dijalankan.

Hari ini, lebih dari satu juta anak sedang menderita. Mereka hidup dalam kelaparan, menghadapi kekerasan yang tak terbayangkan, bahkan kehilangan anggota tubuh tanpa anestesi. Semua itu terjadi sebelum mereka sempat memahami apa itu ideologi, kekuasaan, atau konflik dunia.

Baca Juga:  Kedatangan Aktivis GSF di Bilbao Diwarnai Kericuhan, Massa dan Polisi Terlibat Bentrok

Ayah tahu kamu merindukanku. Dan percayalah, Ayah juga merindukanmu lebih dari apa pun. Tapi di saat yang sama, ada begitu banyak orang tua di Palestina yang juga merindukan anak-anak mereka—anak-anak yang mungkin tak akan pernah kembali. Mereka pun hanya ingin hidup damai, penuh cinta dan kebahagiaan, seperti yang seharusnya menjadi hak setiap manusia, tanpa memandang ras, agama, atau latar belakang apa pun.

Baca Juga:  Biadab, Israel Perlakukan Aktivis Kemanusiaan GSF Tidak Manusiawi

Suatu hari nanti, dunia tempatmu tumbuh akan menjadi lebih aman—bukan karena keajaiban, tetapi karena ada orang-orang yang memilih berkorban untuk mewujudkannya. Ayah berharap kamu akan mengerti bahwa semua ini dilakukan karena cinta. Karena tidak ada yang lebih berbahaya bagi masa depanmu selain dunia yang membiarkan ketidakadilan dan penderitaan terus terjadi.

Baca Juga:  Fasilitas Lengkap, KONI Nilai Provinsi Banten Layak Jadi Tuan Rumah PON XXIII Tahun 2032

Jika suatu hari kamu mengingat Ayah, ingatlah bukan sebagai seorang tahanan, tetapi sebagai seseorang yang pernah bernyanyi untukmu, memainkan gitar hingga kamu tertidur. Dan ketika kamu dewasa nanti, mungkin Ibumu akan bercerita bahwa Ayahmu adalah seseorang yang memilih berdiri teguh—bahkan ketika berhadapan dengan kekuatan besar dan menakutkan—demi keyakinan akan dunia yang lebih baik.

Jangan pernah lupakan Palestina.

Dengan seluruh cintaku,
Ayahmu.

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran