PKD III GP Ansor Waluran Cetak 17 Kader, Perkuat Regenerasi dan Ketahanan Aswaja di Era Digital

|

GUGAH – Upaya memperkuat regenerasi kepemimpinan sekaligus menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah derasnya arus digital terus dilakukan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sukabumi.

Melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) III, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Waluran mencetak 17 kader baru yang diproyeksikan menjadi penggerak organisasi sekaligus penguat nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan di tengah masyarakat.

Kaderisasi yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (16–18/10/2026), di Pondok Pesantren Bina Bana Mandiri, Kecamatan Waluran, mengusung tema “Transformasi Kepemimpinan Ansor di Era Digital untuk Peradaban Aswaja yang Berkelanjutan.” Tema tersebut menjadi respons atas tantangan perkembangan teknologi yang menuntut lahirnya kader adaptif tanpa kehilangan jati diri organisasi.

Baca Juga:  GP Ansor Bali Kritik Kebijakan WFH hingga Belajar Daring Pemprov: Koordinasi Penanganan BBM Harus Nyata

Ketua Panitia PKD III GP Ansor Waluran, Tika Sumardi, mengatakan kegiatan diikuti 20 peserta, dengan 17 peserta dinyatakan lulus dan resmi dibaiat sebagai kader GP Ansor.

“Alhamdulillah, dari total 20 peserta yang terdaftar, sebanyak 17 peserta dinyatakan lulus dan resmi dibaiat menjadi kader GP Ansor yang siap berkhidmat untuk Nahdlatul Ulama,” ujarnya, Senin (19/10/2026).

Menurut Tika, kaderisasi bukan sekadar memenuhi kebutuhan organisasi, melainkan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan zaman.

Para kader diharapkan dapat memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana dakwah, penguatan organisasi, dan pelayanan kepada masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai Aswaja.

PKD III dikomandoi Ketua PAC GP Ansor Waluran Taopik Zulhijah dan mendapat pendampingan langsung Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukabumi Ahmad Firdaus beserta jajaran instruktur.

Baca Juga:  Gelar Diskusi Aswaja, Kader Ansor Kesambi Perkuat Tradisi Intelektual Kaum Muda

Kehadiran tim instruktur memastikan seluruh proses kaderisasi berjalan sesuai sistem organisasi sekaligus menjaga kualitas lulusan.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi ke-NU-an, Peraturan Organisasi GP Ansor, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, hingga penguatan ideologi Aswaja.

Bekal tersebut diharapkan mampu melahirkan kader yang tidak hanya aktif di internal organisasi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kegiatan sosial, keagamaan, dan kebangsaan di lingkungan masing-masing.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Waluran, Ajengan Ahmad Muhajir, yang membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya menjaga kesinambungan organisasi melalui silaturahmi dan aktivitas yang berkelanjutan.

“Jangan hanya berkumpul setahun sekali saat ada acara besar saja. Organisasi besar karena silaturahmi yang terus dijaga, bukan hanya seremonial tahunan saja,” tegasnya.

Baca Juga:  TERUNGKAP!, Uang Miliaran yang Disita KPK dalam Kasus Kuota Haji Milik Sah PIHK

Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa keberhasilan kaderisasi tidak berhenti pada prosesi pembaiatan.

Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana para kader mampu mengimplementasikan hasil pelatihan dalam kehidupan bermasyarakat, memperkuat persatuan warga, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi Aswaja dan nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.

Dengan lahirnya 17 kader baru, PAC GP Ansor Waluran menambah kekuatan regenerasi kepemimpinan di tingkat kecamatan.

Kehadiran mereka diharapkan memperluas jangkauan pengabdian organisasi, memperkokoh basis kaderisasi Nahdlatul Ulama, sekaligus memperkuat ketahanan sosial-keagamaan masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran