Hari Santri Jadi Agenda Prioritas PCNU Pangandaran, Beragam Kegiatan Disiapkan

|

GUGAH – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pangandaran menyiapkan beragam kegiatan untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Tidak sekadar seremoni, peringatan tahun ini dirancang melalui kegiatan keagamaan, perlombaan, aksi sosial, hingga penguatan semangat kebangsaan yang melibatkan pesantren dan warga Nahdliyin.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pangandaran, KH Dr. Raden Hilal Faridz Turmudzi, mengatakan Hari Santri menjadi salah satu agenda prioritas organisasi. Momentum ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat konsolidasi Nahdlatul Ulama serta memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

“Ini menjadi agenda tahunan dan menjadi prioritas kami sebagai pengurus Nahdlatul Ulama. Kami ingin memberikan kontribusi dan menunjukkan bahwa NU di Kabupaten Pangandaran itu besar, kegiatannya juga luar biasa,” kata KH Raden Hilal.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan HSN 2026 akan diisi dengan berbagai perlombaan, di antaranya lomba pidato Hari Santri, lomba hadroh, lomba film pendek, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), serta lomba Mars Hari Santri Nasional.

Baca Juga:  Ratusan Warga NU Pangandaran Bertolak ke Jombang Hadiri Muktamar ke-35

Berbagai perlombaan tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, kecintaan terhadap tradisi pesantren, serta semangat perjuangan santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain perlombaan, PCNU Pangandaran juga menyiapkan agenda ziarah tokoh agama, karnaval santri, bakti sosial, dan santunan anak yatim. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan semangat Hari Santri melalui penghormatan kepada ulama, penguatan kepedulian sosial, serta kebersamaan dengan masyarakat.

Rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan upacara Hari Santri pada 22 Oktober 2026, dzikir dan shalawat kebangsaan, serta tabligh akbar.

Menurut KH Raden Hilal, peringatan Hari Santri perlu dirancang agar tidak hanya dirasakan oleh kalangan pesantren, tetapi juga mampu mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi.

Baca Juga:  Camat Langkaplancar Pangandaran Ajak Warga Jaga Lingkungan dan Kelestarian Alam

“Pertama kita tentunya akan lebih mengutamakan Hari Santri Nasional, terutama berbagai kegiatan yang signifikan bagi kepengurusan NU dan untuk mengajak masyarakat lebih luas di Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.

Ada hal berbeda dalam pelaksanaan Hari Santri tahun ini. PCNU Pangandaran akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, khususnya dalam pelaksanaan upacara pada 22 Oktober 2026.

Jika pada tahun sebelumnya pemerintah daerah dan NU menyelenggarakan upacara secara terpisah, tahun ini keduanya direncanakan melaksanakan upacara di satu titik.

“Kalau tahun kemarin Pemda mengadakan upacara, NU juga mengadakan upacara. Kalau sekarang satu titik. Ini akan lebih memeriahkan Hari Santri Nasional,” katanya.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat sinergi antara NU dan pemerintah daerah, sekaligus menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum kebersamaan seluruh elemen masyarakat Pangandaran.

KH Raden Hilal juga menyebut Hari Santri memiliki kedekatan historis dan emosional dengan warga Nahdlatul Ulama. Penetapan Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 menjadi pengakuan negara terhadap peran penting santri dan pesantren dalam sejarah perjuangan bangsa.

Baca Juga:  KemenHAM Dorong Regulasi Berbasis HAM dalam Menyikapi Dinamika Sosial di Cianjur

“Maka Hari Santri Nasional ini seperti lebarannya warga Nahdliyin,” tuturnya.

Untuk menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan, PCNU Pangandaran mengajak 11 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang ada di Kabupaten Pangandaran untuk bersama-sama menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026.

Ia berharap seluruh agenda tersebut dapat memperkuat kebersamaan warga Nahdliyin, meningkatkan kepedulian sosial, serta meneguhkan kontribusi Nahdlatul Ulama bagi masyarakat.

“Mayoritas masyarakat di Kabupaten Pangandaran adalah warga Nahdliyin. Karena itu, kita ingin seluruh MWCNU bersama-sama memeriahkan Hari Santri Nasional dan menunjukkan bahwa NU selalu hadir memberikan kontribusi bagi masyarakat,” pungkasnya.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran