PMII ITG Garut Bekali 18 Mahasiswa dengan Nalar Kritis dan Idealisme Pergerakan

GUGAH – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Institut Teknologi Garut (ITG) membekali 18 mahasiswa dengan nalar kritis, karakter kepemimpinan, dan idealisme pergerakan melalui kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Raya 2026. Kegiatan berlangsung di Kantor PCNU Kabupaten Garut pada Sabtu–Minggu (10–11/10/2026).

Mengusung tema “Mengasah Nalar Eksakta, Meneguhkan Nilai Pergerakan, dan Membentuk Kader Transformatif”, MAPABA menjadi tahapan awal kaderisasi bagi mahasiswa yang ingin mengenal lebih dalam organisasi PMII beserta nilai, sejarah, dan tanggung jawab kader dalam kehidupan kampus maupun masyarakat.

Melalui kaderisasi dasar tersebut, peserta diajak memahami bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, peka terhadap persoalan sosial, serta mampu menghadirkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga:  Jangan Bertingkah Seperti Raja, Cianjur Butuh Solusi, Bukan Kirab!

Sejumlah materi disampaikan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai identitas organisasi dan dinamika pergerakan. Fathi Abdul Bari membawakan materi sejarah keorganisasian PMII, Adrian Hidayat menyampaikan Nilai Dasar Pergerakan (NDP), sedangkan Luki Ahmad Nirwana mengulas Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai landasan berpikir dan berorganisasi bagi kader PMII.

Selain itu, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai keterampilan organisasi dan wawasan sosial. Roy Hari Rahman memberikan materi simulasi sidang, Zihan Nur Aulia membahas studi gender serta kelembagaan Korps PMII Putri (Kopri), sementara Aldiansyah menyampaikan materi antropologi kampus. Peserta juga mendapatkan materi sejarah perjuangan bangsa dari instruktur.

Baca Juga:  Polemik Memburu Muhammad, LPBKI MUI Dorong Tabayun Sebelum Menilai Isi Buku

Rangkaian materi tersebut dirancang agar MAPABA tidak hanya menjadi agenda penerimaan anggota baru, melainkan ruang pembelajaran untuk membangun kemampuan berdialog, berpikir argumentatif, menghargai perbedaan pendapat, dan memahami mekanisme organisasi sebagai sarana melahirkan keputusan bersama.

Dalam pelaksanaannya, PMII ITG Garut menekankan pentingnya nalar kritis sebagai bekal mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi dan berbagai tantangan sosial. Namun, sikap kritis tersebut juga harus disertai tanggung jawab, etika, dan kemampuan melihat persoalan secara menyeluruh sehingga mampu menghasilkan solusi yang konstruktif.

Penguatan nilai keislaman dan kebangsaan turut menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi. Perpaduan kedua nilai tersebut diharapkan mampu membentuk kader yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi moralitas serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.

Baca Juga:  Andika Dorong Karang Taruna Karyamekar Naik Kelas: Dari Seremonial Jadi Mesin Produktivitas Pemuda

Usai MAPABA, proses kaderisasi akan berlanjut melalui pendampingan dan pengembangan kapasitas kader agar semangat yang telah ditanamkan tidak berhenti pada kegiatan dasar, melainkan berkembang menjadi budaya intelektual, solidaritas, dan pengabdian di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Melalui MAPABA Raya 2026 ini, PMII Komisariat ITG Garut berharap 18 peserta dapat tumbuh menjadi kader yang berintegritas, kritis, dan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai pergerakan dalam menjawab berbagai tantangan zaman.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran