CFD Dago dan Braga Beken Kembali, Warga Sambut Tapi Soroti Ini

|

GUGAH – Setelah sempat dihentikan karena persoalan administrasi dan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Car Free Day (CFD) Dago dan Buah Batu serta Braga Bebas Kendaraan (Braga Beken) kembali digelar di Kota Bandung, Minggu (4/10/2026).

Kembalinya ruang publik tersebut disambut antusias warga. Namun, pembukaan kembali juga membawa pekerjaan rumah: bagaimana memastikan program yang menggunakan ruang dan anggaran publik itu tidak kembali tersandung persoalan tata kelola.

Sebelumnya, pelaksanaan CFD dan Braga Beken menjadi sorotan setelah temuan BPK terkait anggaran 2025. Saat itu, Dinas Perhubungan Kota Bandung menganggarkan sekitar Rp2,7 miliar untuk kebutuhan CFD dan Braga Beken. Anggaran yang diperuntukkan bagi belanja jasa ketenteraman tersebut disebut digunakan untuk membayar personel non-ASN dan dinilai tidak memiliki dasar hukum yang memadai.

Kini, setelah proses administrasi dinyatakan rampung, program kembali berjalan dengan sejumlah penataan.

Di Dago, warga mulai memadati kawasan sejak sekitar pukul 06.00 WIB untuk berjalan kaki, bersepeda, hingga beraktivitas bersama keluarga. Aktivitas komersial dan pembagian brosur di jalur utama juga diperketat.

Baca Juga:  Kemenag Jabar Perketat Persiapan AKGTK 2026, Joki Awas Dulu!

“Suasananya cukup ramai dan meriah karena sekarang lebih diperketat, tidak ada yang berjualan dan membagikan brosur di jalur utama,” ujar Adi (27), seorang pengunjung asal Ujungberung di Dago, Minggu (4/10/2026).

Menurut Adi, penataan tersebut membuat fungsi CFD lebih terasa sebagai ruang publik untuk berolahraga.

“CFD sekarang suasananya jadi jauh lebih fokus untuk olahraga. Pejalan kaki dan pesepeda jadi lebih leluasa,” katanya.

Hal serupa terlihat di kawasan Braga. Braga Beken kembali memberi ruang bagi warga dan wisatawan menikmati kawasan tanpa dominasi kendaraan bermotor.

Nuri (21), salah seorang warga, menilai pembukaan kembali Braga Beken memberikan dampak positif terhadap kenyamanan kawasan.

“Menurut saya bagus. Kalau jalan lebih leluasa, tidak berbenturan dengan mobil atau kendaraan,” ucap Nuri.

Baca Juga:  Terlilit Judi Online, Pemuda di Garut Diduga Bobol Rumah dengan Modus Tak Biasa

Namun, apresiasi tersebut datang bersama catatan. Nuri menyoroti penataan parkir dan keberadaan pedagang yang masih berjualan di sejumlah titik.

“Pedagang juga harus tertib, jangan terlalu banyak pedagang di pinggir jalan. Masih ada satu-dua yang berjualan di sana,” katanya.

Catatan warga itu menunjukkan bahwa keberhasilan CFD dan Braga Beken tidak cukup diukur dari ramainya pengunjung. Penataan ruang, ketertiban pedagang, parkir, hingga pengelolaan anggaran menjadi bagian yang sama pentingnya.

Kabid Dalops Dinas Perhubungan Kota Bandung, Yogi Mamesa, mengatakan pembukaan kembali dilakukan setelah proses administrasi kedua program tersebut rampung, sekaligus merespons permintaan masyarakat.

“Iya betul (sudah dibuka lagi) karena administrasinya sudah selesai dan banyak permintaan masyarakat,” kata Yogi saat dihubungi.

Untuk CFD, pelaksanaannya dijadwalkan dua kali dalam sebulan, yakni pada minggu pertama dan ketiga, mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Sementara Braga Beken berlangsung setiap Minggu dengan penutupan jalan mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.

Baca Juga:  Kejari Bandung Hentikan Penanganan Kasus Erwin dan Rendiana Awangga, Status Tersangka Gugur

Yogi mengatakan antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pembukaan kembali. Bahkan, selama penghentian sementara, masyarakat disebut banyak mempertanyakan kapan program tersebut kembali digelar.

“Tadi juga saya hadir di Dago terus saya survei ke Buah Batu, masyarakat sangat antusias karena ini sangat dinanti-nanti, bahkan kemarin waktu berhenti banyak dipertanyakan,” katanya.

Kembalinya CFD dan Braga Beken pada akhirnya bukan hanya soal membuka kembali jalan untuk warga. Program tersebut juga menjadi ujian bagi Pemkot Bandung untuk memastikan ruang publik dapat dikelola secara tertib, transparan, dan tidak mengulang persoalan yang sebelumnya membuatnya dihentikan.

Warga sudah kembali memenuhi jalan. Kini yang ditunggu bukan sekadar keramaian, tetapi apakah tata kelolanya juga ikut berbenah.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran