GUGAH – Film Ibadah dan Cinta meninggalkan kesan tersendiri bagi Ketua PC Fatayat NU Garut, Hj. Ernawati Siti Syaja’ah, setelah mengikuti kegiatan nonton bareng film tersebut. Menurutnya, film itu tidak hanya berbicara tentang cinta, tetapi juga menghadirkan refleksi mengenai adab, kehidupan pesantren, keluarga, pendidikan, serta posisi perempuan dalam menentukan pilihan hidup.
Ernawati menilai salah satu pesan kuat dalam film tersebut terlihat dari cara cerita menggambarkan seseorang yang tidak semestinya dinilai hanya melalui penampilan maupun latar belakangnya. Sosok laki-laki yang semula dipandang jauh dari kehidupan agama justru memperlihatkan sisi lain melalui adab, kasih sayang, dan tanggung jawab.
“Seseorang tidak seharusnya dinilai hanya dari penampilan atau latar belakangnya,” ujar Ernawati.
Menurut dia, pesan tersebut menjadi penting karena penilaian terhadap seseorang tidak cukup hanya berdasarkan apa yang terlihat, tetapi perlu melihat sikap dan akhlak yang ditunjukkan dalam kehidupan.
Selain persoalan cinta, Ernawati menyoroti gambaran perempuan dalam menentukan pilihan hidupnya. Ia menilai perempuan memiliki hak untuk menentukan pilihan, termasuk dalam memilih pasangan, dengan tetap mempertimbangkan tanggung jawab, kematangan keputusan, serta penghormatan terhadap keluarga.
“Perempuan berhak menentukan pilihan hidupnya,” katanya.
Bagi Ernawati, pilihan tersebut bukan berarti mengabaikan keluarga, melainkan menunjukkan pentingnya komunikasi, pertimbangan, dan dukungan dalam mengambil keputusan yang menyangkut masa depan.
Dukungan Bu Nyai terhadap pilihan sang anak juga menjadi bagian yang mendapat perhatian. Ernawati melihat sosok tersebut sebagai gambaran bahwa perempuan dapat menjadi ruang aman sekaligus sumber kekuatan bagi perempuan lainnya ketika menghadapi persoalan dan menentukan pilihan dalam hidup.
Pesan lain yang dianggap penting adalah mengenai pendidikan dan kemajuan perempuan. Ernawati menilai perempuan tidak hanya memiliki ruang di ranah domestik, tetapi juga mempunyai kesempatan untuk belajar, menempuh pendidikan tinggi, mengembangkan kapasitas, serta memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
“Perempuan bukan hanya memiliki peran di ranah domestik, tetapi juga berhak belajar, berpendidikan tinggi, berkembang, dan berkontribusi di masyarakat,” tutur Ernawati.
Ia memandang pendidikan sebagai bagian penting dalam membentuk perempuan yang memiliki pengetahuan, kesadaran, serta kemampuan untuk menentukan pilihan hidup secara bertanggung jawab.
Menurut Ernawati, film Ibadah dan Cinta pada akhirnya tidak hanya mengajak penonton memahami kisah percintaan, tetapi juga mengajak melihat hubungan manusia melalui nilai adab dan tanggung jawab. Cinta, menurut pesan yang ia tangkap dari film tersebut, perlu berjalan bersama kesadaran dalam menentukan pilihan dan kemampuan menghargai orang lain.
“Mencintai dengan adab, memilih dengan kesadaran, dan melihat manusia bukan hanya dari apa yang tampak di luar, tetapi juga dari akhlak dan tanggung jawabnya,” kata Ernawati.***



Tinggalkan Balasan