Garut Catat 108 Hari Tanpa Hujan, Masuk Daerah Terkering di Jabar

|

GUGAH — Kabupaten Garut mencatat Hari Tanpa Hujan (HTH) selama 108 hari berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga 10 September 2026. Kondisi tersebut menempatkan Garut sebagai salah satu wilayah di Jawa Barat dengan periode kering terpanjang.

Berdasarkan data BMKG, Kabupaten Cirebon mencatat HTH terpanjang dengan 110 hari. Garut berada di posisi berikutnya dengan 108 hari bersama Cianjur, Bandung, Sumedang, Majalengka, dan Karawang. Sementara itu, Bandung Barat tercatat mengalami HTH selama 107 hari, sedangkan Bekasi dan Subang masing-masing mencapai 106 hari.

Baca Juga:  Dewan Pendidikan Pangandaran Soroti Rencana Hibah 30 Hektare Tanah Milik Pemkab, Minta Ditunda

Periode tanpa hujan yang berlangsung lebih dari tiga bulan berpotensi meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air bersih, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sektor pertanian.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa data HTH merupakan hasil pengamatan pada pos hujan tertentu. Dengan demikian, angka 108 hari tidak berarti seluruh wilayah Kabupaten Garut mengalami kondisi tanpa hujan selama periode yang sama.

BMKG mendefinisikan Hari Tanpa Hujan sebagai jumlah hari berturut-turut sejak hujan terakhir tercatat di suatu lokasi pengamatan. Data tersebut menjadi salah satu indikator untuk memantau tingkat kekeringan di suatu wilayah.

Baca Juga:  Organda Garut Soroti Tekanan Biaya Operasional, Desak Kebijakan BBM Lebih Adaptif

Kemarau panjang berpotensi mengurangi ketersediaan air, terutama di daerah yang bergantung pada curah hujan. Selain itu, kondisi tanah yang semakin kering dapat memengaruhi aktivitas pertanian, khususnya pada lahan tadah hujan.

Dalam prakiraan periode 25 September hingga 1 Oktober 2026, BMKG menyebutkan kondisi kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa. Meski demikian, dinamika atmosfer masih memungkinkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah.

Baca Juga:  KH. Aceng Mimar Hidayatullah: Sang Mursyid Penjaga Tradisi Intelektual dan Penggerak Nahdliyin Garut

Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak serta menjaga sumber air yang masih tersedia selama musim kemarau berlangsung. Penghematan penggunaan air menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

Pemerintah daerah bersama sektor pertanian juga diharapkan terus memantau kondisi sumber air dan mengelola kebutuhan irigasi guna mengurangi risiko kekeringan yang berkepanjangan.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran