GUGAH.CO – Bursa menuju Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Kabupaten Indramayu mulai menarik perhatian. Sebuah polling yang beredar pada 21 September 2026 memberikan gambaran awal mengenai figur-figur yang tengah diperbincangkan menjelang pemilihan Ketua KNPI Indramayu.
Dalam polling tersebut, Ulin Ni’am atau Gus Ulin memperoleh 109 suara atau 39,6 persen, disusul Ahmad Fikri Aziz (Mpik) dengan 95 suara atau 34,5 persen, dan Taufiq Zaenal Mustofa dengan 47 suara atau 17,1 persen. Adapun tiga nama lainnya memperoleh suara lebih kecil.
Jika tiga nama tersebut digabungkan, perolehannya mencapai 251 suara dari angka suara yang tercantum dalam tabel. Hasil itu membuat perhatian terhadap ketiganya cukup menonjol dalam percakapan menjelang Musda.
Menariknya, konfigurasi tersebut juga memperlihatkan pertemuan beberapa tradisi kaderisasi organisasi kepemudaan. Ulin Ni’am berangkat dari GP Ansor, Taufiq Zaenal Mustofa dari ISNU, sementara Ahmad Fikri Aziz atau Mpik memiliki latar kaderisasi HMI.
Khusus dua nama yang memiliki latar organisasi NU, hasil polling tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana jejaring kader dan organisasi kepemudaan yang tumbuh dalam ekosistem NU memiliki daya jangkau yang cukup kuat di Indramayu. GP Ansor, IPNU, IPPNU, Fatayat NU dan jaringan organisasi lainnya memiliki aktivitas kaderisasi serta struktur hingga tingkat bawah.
Namun, angka polling tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai hasil pemilihan Musda. Polling merupakan potret persepsi dan perhatian publik pada satu waktu, sedangkan suara Musda ditentukan melalui mekanisme organisasi.
Saat ini, proses menuju Musda masih panjang. Musyawarah Kecamatan (Muscam) DPK KNPI sedang berlangsung di masing-masing kecamatan. Dari proses tersebut akan terbentuk kepengurusan DPK yang kemudian menjadi bagian dari konfigurasi peserta Musda. Tahapan selanjutnya adalah Rapimpurda, sebelum Musda DPD KNPI Indramayu yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026.
Dalam Musda, hak pilih berada pada DPK serta OKP tingkat kabupaten yang memenuhi persyaratan dan lolos verifikasi. Karena itu, perkembangan Muscam menjadi salah satu bagian yang patut diperhatikan dalam membaca perubahan peta menuju Desember.
Di sinilah hasil polling menjadi menarik. Angka 39,6 persen untuk Ulin Ni’am dan 34,5 persen untuk Mpik menunjukkan persaingan awal yang relatif berdekatan. Sementara 17,1 persen yang diperoleh Taufiq Zaenal Mustofa menunjukkan masih adanya ruang bagi konfigurasi yang berkembang selama tahapan organisasi berlangsung.
Kekuatan jaringan NU juga menjadi salah satu variabel yang menarik dicermati. Jika dalam proses Muscam sejumlah DPK kemudian dipimpin oleh kader yang memiliki latar belakang organisasi kepemudaan NU, jaringan tersebut berpotensi menjadi salah satu kekuatan sosial-organisasi dalam konfigurasi menuju Musda.
Tetapi kaderisasi tidak otomatis berarti instruksi dukungan kelembagaan. Setiap DPK dan OKP tetap memiliki mekanisme serta pertimbangan organisasi masing-masing.
Dengan demikian, polling tersebut lebih tepat dibaca sebagai foto awal, bukan hasil akhir. Peta dapat berubah seiring berlangsungnya Muscam, verifikasi OKP, Rapimpurda, hingga akhirnya Musda.
Desember masih beberapa bulan lagi. Nama-nama yang kini berada di papan atas polling masih harus melewati rangkaian proses organisasi. Di antara popularitas, jaringan kader, konsolidasi DPK, dan dukungan OKP, peta menuju kursi Ketua KNPI Indramayu masih sangat mungkin bergerak.***



Tinggalkan Balasan