GUGAH — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus perayaan Hari Lahir (Milad) ke-27 Pondok Pesantren Nursyamsiyyah Jarnauziyyah sukses digelar selama empat hari empat malam pada 2–5 September 2026 di Komplek Pesantren, Cipatujah.
Mengusung tema “Berakar pada Tradisi, Bertumbuh pada Inovasi”, seluruh rangkaian acara berlandaskan nilai-nilai keislaman klasik yang sudah mengakar di pesantren, sembari terus beradaptasi dengan inovasi pembelajaran di era digital.
Acara ini terasa istimewa dengan kehadiran Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, yang membuka perhelatan secara resmi di tengah padatnya agenda kepemimpinan beliau. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pesantren yang terus konsisten membina generasi bangsa. Beliau juga memohon doa dari para ulama dan jamaah agar diberi kekuatan dalam menjalankan tugas pemerintah.
“Saya hanya ingin didoakan semoga kami menjadi bupati yang amanah, istiqomah, terus melayani dan memberikan manfaat bagi masyarakat, serta setiap ikhtiar yang dilaksanakan diqobul,” ujar Bupati.
Di hadapan para jamaah, Bupati juga memaparkan komitmen pimpinan daerah dalam merealisasikan janji politik, salah satunya pembangunan infrastruktur jalan melalui program “Jalan Kasep” yang ditargetkan rampung dalam dua tahun guna mempermudah mobilitas warga.
Pimpinan Pesantren Nursyamsiyyah Jarnauziyyah, KH. Asep Saepuloh, menyampaikan ucapan terima kasih atas berkenannya Bupati Tasikmalaya meluangkan waktu hadir di Cipatujah. Beliau mengenang kilas balik berdirinya pesantren 27 tahun lalu yang diawali atas petunjuk Pimpinan Pesantren Al-Munawwar Jarnauziyyah serta perintah sang guru, Almarhum KH. Anas Muhajir (Pimpinan Pesantren Pasir Bokor Mangkubumi).
“Acara ini merupakan agenda tahunan milad pesantren yang ke-27, tepatnya efektif selama 25 tahun sejak kami menikah pada 2001. Pendirian ini bukan kemauan sendiri, melainkan arahan para guru,” tutur KH. Asep.
Meskipun diawali dengan situasi serba sulit—baik dari segi ekonomi maupun dukungan—saat ini kepercayaan masyarakat terus meningkat hingga jumlah santri hampir mencapai 400 orang.
Selaras dengan itu, Ketua Yayasan Nursyamsiyyah Jarnauziyyah, Ade Iwan, M.Pd.I., menegaskan bahwa pesantren terus berupaya menyediakan pola pendidikan integratif yang menyatukan pendidikan formal dan nonformal.
“Secara akademik, pesantren siap mempertanggungjawabkan setiap kegiatan yang berorientasi pada pengembangan ruang belajar bagi para santri,” jelas Ade Iwan.
Rangkaian Acara Puncak dan Aksi Sosial
Sebelum puncak peringatan, para santri telah mengikuti ajang perlombaan akademik selama tiga minggu sebagai sarana evaluasi belajar tahunan, meliputi ujian tulis, pidato, baca kitab, cerdas cermat, dan qiroah.
Rangkaian acara puncak diisi dengan berbagai agenda:
Pentas Kreasi Seni: Menampilkan bakat dan potensi santri di atas panggung megah.
Aksi Kepedulian Sosial: Penyerahan santunan kepada anak yatim dan kaum jompo.
Silaturahmi Orang Tua Santri: Wadah bertukar pikiran antara para wali santri dengan pengelola pesantren pada hari Sabtu.
Penutupan & Tabligh Akbar: Diakhiri pembacaan sholawat maulid bersama serta ceramah keagamaan oleh KH. Dede Miftahudin (Pimpinan Pesantren Minda Al-Miftahiyah Bandung).
Turut hadir dalam perhelatan ini Camat Cipatujah, para Kepala Desa, Pimpinan Pesantren Al-Ma’munul Hamidiyah Bihbul KH. Abdul Hamid beserta keluarga besar, Pimpinan Pesantren Annur K. Jajang Badruzaman, pimpinan organisasi keagamaan se-Kecamatan Cipatujah, serta ratusan wali santri dan masyarakat sekitar. Seluruh perhelatan berlangsung meriah, aman, dan penuh khidmat.***



Tinggalkan Balasan