GUGAH – Ratusan perempuan dari berbagai organisasi wanita di Kabupaten Purwakarta memadati Taman Pasanggrahan, Alun-alun Purwakarta, Senin (24/8/2026). Di tengah semarak merah putih memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, muncul satu pesan yang lebih substantif: perempuan Purwakarta harus terus berkembang dan memiliki kemandirian.
Pesan itu disampaikan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Purwakarta, Teh Ifa Faizah Rohmah, yang mendorong perempuan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, mandiri, dan memberi manfaat bagi lingkungan.
“Perempuan harus terus maju dan memberikan manfaat,” ujar Teh Ifa.
Menurut Teh Ifa, momentum kemerdekaan menjadi ruang untuk menyatukan langkah organisasi perempuan sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat. Pemberdayaan perempuan, kata dia, perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kesehatan jasmani dan rohani hingga penguatan ekonomi keluarga.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui program Sekolah Perempuan Kreatif Mandiri yang telah dimulai di Kecamatan Purwakarta. Program itu melibatkan 50 perempuan dari keluarga menengah ke bawah.
Para peserta mendapatkan penguatan wawasan mengenai jati diri perempuan, keluarga, ekonomi, lingkungan, hingga kreativitas yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi sumber peningkatan ekonomi keluarga.
Di titik inilah gagasan “perempuan harus naik kelas” mendapat tantangan yang lebih konkret: pemberdayaan bukan hanya tentang berapa banyak perempuan yang hadir dalam sebuah kegiatan, tetapi seberapa jauh pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat berubah menjadi kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.
GOW Purwakarta berharap program tersebut menjadi pintu masuk bagi lahirnya perempuan-perempuan yang lebih kuat secara pribadi dan keluarga, sekaligus mampu membangun kemandirian ekonomi.
“Dengan ibu-ibu hebat, dengan ibu-ibu yang cerdas, ini akan bisa melahirkan generasi yang kuat,” kata Teh Ifa.
Ia menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi mendatang. Karena itu, peningkatan kapasitas perempuan dinilai tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan sosial di sekitarnya.
Dari Senam hingga Pemberdayaan
Peringatan HUT ke-81 RI yang digelar GOW Purwakarta berlangsung meriah. Para peserta yang didominasi kaum ibu dari berbagai organisasi wanita mengikuti senam bersama, termasuk Senam Om Zein “Bupati Aing, Purwakarta Istimewa”.
Kegiatan mengusung tema “Bersatu, Berdaya, Berprestasi, GOW Purwakarta untuk Indonesia”.
Selain menjadi ruang silaturahmi, kegiatan tersebut mempertemukan sejumlah organisasi perempuan dalam satu agenda bersama. Pelaksanaannya melibatkan Bhayangkari, DWP Kemenag, Adhyaksa Dharmakarini, dan Dharmayukti Karini.
Hadir dalam kegiatan tersebut Penasihat GOW sekaligus Penasihat TP PKK Kabupaten Purwakarta, Tika Puspita Zein, Ketua GOW Kabupaten Purwakarta Teh Ifa Faizah Rohmah, jajaran TP PKK, pimpinan organisasi wanita, unsur perangkat daerah, pengurus GOW, panitia, serta peserta.
Tika Puspita Zein berharap keberadaan GOW tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi organisasi, tetapi mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Saya berharap kegiatan GOW ini selain bermanfaat untuk para anggotanya, tentu saja akan berkontribusi positif untuk masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tika juga menyampaikan salam dari Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang berhalangan hadir. Ia kemudian membuka rangkaian perlombaan didampingi Ketua GOW dan jajaran panitia.
Kemeriahan berlanjut melalui pembagian doorprize dan sejumlah perlombaan, mulai dari lomba Senam Om Zein, cerdas cermat kebangsaan, hingga estafet bola pingpong.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, agenda pemberdayaan perempuan menjadi pesan utama yang ingin dibawa GOW Purwakarta. Sebab, ukuran keberhasilan pemberdayaan pada akhirnya bukan sekadar meriah dalam satu hari, melainkan mampu meninggalkan kemampuan, peluang, dan kemandirian yang bertahan setelah kegiatan berakhir.
Bagi GOW Purwakarta, “naik kelas” bukan sekadar slogan. Program Sekolah Perempuan Kreatif Mandiri menjadi salah satu langkah awal untuk mewujudkan gagasan tersebut, dengan harapan semakin banyak perempuan yang mampu berkembang, berdaya secara ekonomi, dan memberi pengaruh positif bagi keluarga maupun lingkungan.
Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui merah putih, senam, dan perlombaan, tetapi juga melalui upaya membuka ruang agar perempuan memiliki kapasitas dan kesempatan yang lebih besar untuk menentukan masa depannya.***



Tinggalkan Balasan