GUGAH — Menjadi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama bukan sekadar menjalankan rutinitas birokrasi. Lebih dari itu, setiap tugas harus dilandasi hati, keikhlasan, dan kesadaran bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian dari ibadah.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman atau KDR saat memberikan pembinaan kepada ASN Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, Kamis (13/8/2026).
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja sekaligus silaturahmi Kakanwil ke Kemenag Kabupaten Pangandaran. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen ASN dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jabar H. Muhammad Nur Rochmat Robi, M.Pd., Kabid Urais dan Binsyar Dr. H. Agus Sutisna, M.Pd., serta Tris Tatang Supriyanta.
Dalam arahannya, KDR mengingatkan bahwa tugas ASN Kementerian Agama memiliki dimensi yang lebih luas. Selain menjalankan fungsi administratif dan pelayanan pemerintahan, ASN Kemenag juga memiliki tanggung jawab membina umat serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“ASN Kementerian Agama ini harus membina umatnya dan betul-betul menguatkan nilai tauhid, nilai-nilai pendidikan dan syariah. Tugas kita adalah terus melayani. Untuk melayani itu jangan sampai kita bekerja tetapi tidak dengan hati,” tegasnya.
Menurut KDR, pekerjaan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan memiliki nilai pengabdian. Karena itu, setiap ASN perlu memahami bahwa tugas kedinasan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari amal.
“Untuk melaksanakan tugas dan fungsi, itu bagian dari ibadah. Peran kita harus seimbang antara dunia dan akhirat. Pekerjaan kita harus betul-betul ada fungsi dan tugasnya, jangan sampai tidak ada misinya. Harus ada nilai dakwah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar ASN Kemenag tidak memahami dakwah secara sempit. Menurutnya, memberikan pelayanan yang baik, menjaga keharmonisan, serta menghadirkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari juga merupakan bagian penting dari pengabdian.
“Peran kita bukan hanya mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kita juga harus menciptakan kedamaian, keharmonisan dalam diri kita, keluarga, kantor dan lingkungan. Kita harus menjadi teladan dan contoh bagi kehidupan di masyarakat,” tuturnya.
Moral ASN Harus Berujung pada Tindakan
Dalam kesempatan tersebut, KDR juga menekankan pentingnya membangun moral ASN melalui tiga aspek, yakni moral education, moral feeling, dan moral action.
Moral education, kata dia, berkaitan dengan pengetahuan yang harus dimiliki ASN. Mulai dari pemahaman keagamaan, pengetahuan umum, kode etik hingga aturan yang menjadi pedoman dalam melaksanakan pekerjaan.
“ASN harus punya misi bagaimana menyampaikan layanan, moral education atau pendidikan moral. Kemudian pengetahuan, kode etik, dan aturan harus kita pahami,” katanya.
Namun, pengetahuan saja tidak cukup. ASN juga harus memiliki moral feeling atau rasa moral, terutama berupa empati dan kepekaan terhadap masyarakat yang dilayani.
“Perasaan moral itu penting. Rasa empati harus ada di dalam diri kita,” tegasnya.
Tahap berikutnya adalah moral action, yakni menerjemahkan pengetahuan dan rasa tersebut ke dalam tindakan nyata.
“Ada aksi, ada nilai tindakan. Amal kita harus sesuai dengan apa yang kita pahami dan kita rasakan,” lanjutnya.
Karena itu, KDR mengajak seluruh ASN Kemenag Pangandaran untuk tidak berhenti belajar. Menurutnya, perkembangan zaman menuntut aparatur untuk terus memperluas wawasan, baik dalam bidang keagamaan maupun pengetahuan umum.
“Mari kita tingkatkan pengetahuan, baik hal-hal yang berkaitan dengan nilai agama maupun pengetahuan umum. Jangan berhenti mencari pengetahuan, dengan banyak membaca dan membaca,” pesannya.
Menutup arahannya, KDR mengajak ASN Kemenag memaknai momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan meningkatkan kualitas pengabdian.
“Mari kita menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia dengan mengisi kemerdekaan di segala bidang dengan lebih baik,” pungkasnya.***



Tinggalkan Balasan