GUGAH — Potensi pariwisata Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, terus didorong agar memberi dampak lebih besar bagi pelaku usaha lokal. Salah satunya melalui penguatan pemasaran digital yang digagas mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Kampus Pangandaran.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Sinergi Ekonomi Kreatif: Workshop E-Commerce & Peluncuran E-Katalog Desa Selasari” yang digelar di Balai Desa Selasari, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang digagas Tim Selasaria tersebut merupakan bagian dari tugas akhir mata kuliah Komunikasi Pemasaran Sosial. Selain memperkenalkan produk lokal melalui kanal digital, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar.
Desa Selasari memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif yang cukup beragam. Desa ini dikenal dengan wisata alam Santirah serta sejumlah produk UMKM, mulai dari madu, kopi, kuliner hingga kerajinan tangan.
Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya terhubung dengan pasar wisata. Salah satu kendalanya adalah belum optimalnya strategi komunikasi pemasaran antara sektor pariwisata dengan pelaku UMKM setempat.
Kondisi tersebut membuat sejumlah produk lokal belum mendapatkan akses pasar yang maksimal, khususnya dari wisatawan yang datang ke Desa Selasari.
Melihat persoalan itu, Tim Selasaria mengembangkan E-Katalog Digital Desa Selasari sebagai media untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk UMKM secara lebih mudah.
E-Katalog tersebut dilengkapi kode QR yang dapat digunakan untuk mengakses informasi produk serta narahubung masing-masing pelaku UMKM. Dengan sistem tersebut, wisatawan maupun calon konsumen dapat lebih mudah mengenali produk dan menghubungi penjual secara langsung.
Peluncuran E-Katalog sekaligus dirangkaikan dengan workshop mengenai digital marketing dan e-commerce. Para pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya membuat media promosi, tetapi juga berupaya membangun kemampuan pelaku UMKM agar dapat mengelola pemasaran digital secara mandiri.
Sebanyak 10 pelaku UMKM turut diundang dalam kegiatan tersebut. Mereka diharapkan dapat memanfaatkan E-Katalog sebagai etalase digital untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.
Tim Selasaria berharap keberadaan E-Katalog dapat menjadi media promosi yang terus digunakan meskipun kegiatan perkuliahan telah berakhir. Dengan demikian, pemasaran produk UMKM tidak hanya bergantung pada promosi konvensional, tetapi dapat berkembang melalui kanal digital.
Penguatan pemasaran digital juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Desa Selasari. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga memiliki akses lebih mudah untuk mengenal dan membeli produk lokal.
Pada akhirnya, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, pelaku UMKM dan sektor pariwisata, potensi lokal Desa Selasari diharapkan semakin dikenal dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.***



Tinggalkan Balasan