GUGAH — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berharap organisasi sayap PDI Perjuangan, Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), dapat menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berperan sebagai perekat umat, baik di lingkungan PDI Perjuangan maupun di tengah masyarakat Muslim Indonesia.
Harapan tersebut disampaikan Megawati saat melantik jajaran pengurus baru Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bamusi periode 2026–2030 di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Dalam kesempatan itu, Megawati mengatakan PDI Perjuangan merupakan salah satu partai politik di Asia yang memperoleh sertifikat ISO dari International Organization for Standardization (ISO), lembaga nonpemerintah yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss.
“Jadi, bekerjalah secara profesional,” ucap Megawati, seperti dikutip dari keterangan, Rabu, 12 Agustus 2026.
Megawati juga meminta jajaran DPP Bamusi di bawah kepemimpinan Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah untuk terus mengembangkan dakwah politik dengan menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang inklusif dan berlandaskan paradigma Islam rahmatan lil-alamin.
Dalam kepengurusan baru tersebut, Gus Falah didampingi tiga wakil ketua umum, yakni Abidin Fikri sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Internal, Indah Nataprawira sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Eksternal, dan Hasan Basri Sagala sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Program.
Selain tiga wakil ketua umum tersebut, struktur DPP Bamusi diperkuat oleh 22 orang yang menduduki posisi ketua bidang.
Ketua Umum DPP Bamusi Gus Falah menyatakan optimistis kepengurusan baru dapat menjalankan organisasi sesuai dengan arahan Megawati Soekarnoputri. Menurut dia, para wakil ketua umum yang mendampinginya merupakan figur yang memiliki pengalaman dalam menjalankan kerja-kerja organisasi di lapangan.
Optimisme tersebut juga didukung oleh komposisi Dewan Penasihat DPP Bamusi yang kini dipimpin akademisi Ahmad Basarah. Sebelumnya, Ahmad Basarah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Penasihat DPP Bamusi.
Posisi Sekretaris Dewan Penasihat DPP Bamusi yang sebelumnya ditempati Ahmad Basarah kini diisi Abdullah Azwar Anas, yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).
‘’Jadi, dengan susunan pengurus yang baru ini, saya yakin bisa melaksanakan arahan Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri,’’ ucap Gus Falah.
Pelantikan jajaran pengurus DPP Bamusi periode 2026–2030 tersebut digelar bersamaan dengan pelantikan pengurus DPP Taruna Merah Putih (TMP) dan pengurus Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat PDI Perjuangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani serta sejumlah jajaran pengurus PDI Perjuangan lainnya.
Sejarah Kepemimpinan Bamusi
Bamusi berdiri pada 29 Maret 2007. Selama 16 tahun sejak berdiri, organisasi sayap Islam PDI Perjuangan tersebut dipimpin oleh mantan anggota Dewan Penasihat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Profesor Hamka Hak.
Ulama asal Sulawesi Selatan tersebut memimpin Bamusi tanpa pergantian ketua umum hingga wafat pada 6 Desember 2023.
Dalam kurun waktu kepemimpinannya, posisi sekretaris jenderal Bamusi mengalami pergantian secara estafet. Zainun Ahmadi menjabat pada 2007–2010, kemudian Nurmansyah Tanjung pada 2011–2015, disusul Gus Falah pada 2016–2023, dan Irvansyah Ahmad pada 2023–2025.
Dengan terbentuknya kepengurusan DPP Bamusi periode 2026–2030, organisasi tersebut memasuki fase baru dengan mandat untuk memperkuat peran dakwah, membangun kerja-kerja keumatan, serta menjalankan fungsi organisasi secara profesional sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.***



Tinggalkan Balasan