Pria Asal Bandung Tewas Diduga Disekap dan Dianiaya di Sumedang, Polisi Amankan 15 Orang

|

GUGAH — Kasus kematian seorang pria asal Bandung berinisial H (40) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tengah diusut kepolisian. Korban diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan meninggal dunia.

H ditemukan di sebuah rumah di Jalan Dano, RT 003/RW 010, Kelurahan Kotakaler, Kecamatan Sumedang Utara, pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 00.15 WIB. Saat ditemukan, kedua tangan dan kaki korban disebut dalam kondisi terikat menggunakan kawat. Sejumlah bagian tubuhnya juga mengalami luka dan lebam.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan H dinyatakan meninggal dunia pada hari yang sama.

Peristiwa tersebut kini berkembang menjadi penyelidikan pidana. Polisi telah mengamankan sejumlah orang yang diduga mengetahui maupun terlibat dalam rangkaian kejadian tersebut.

Baca Juga:  Polisi Ringkus 22 Terduga Pengeroyok di Tarogong Kaler, Tiga Pelaku Masih Diburu

Kapolres Sumedang AKBP Reza Ma’ruffi mengatakan, hingga Senin (10/8/2026), penyidik telah memeriksa 15 orang. Polisi masih memilah peran masing-masing, termasuk menentukan siapa yang berstatus sebagai saksi dan siapa yang nantinya dapat ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti.

“Kita sudah memeriksa 15 orang saksi, masih kita dalami apa peran masing-masing siapa yang menjadi saksi siapa yang menjadi pelaku,” ujar Reza di Mapolres Sumedang, dilansir detikJabar, Senin (10/8/2026).

Penyelidikan juga mengarah ke sejumlah orang yang diduga melarikan diri setelah kejadian. Polisi menyebut beberapa di antaranya berhasil diamankan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Ada beberapa yang sudah diamankan di wilayah Jakarta Utara tepatnya di Priok, karena yang bersangkutan begitu kejadian langsung kabur ke sana, alhamdulillah sudah kita amankan,” kata Reza.

Baca Juga:  Bali-Bandung Kembali Terhubung, Husein Sastranegara Hidupkan Lagi Penerbangan Reguler

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansah juga membenarkan adanya penanganan perkara tersebut. Pada tahap awal penyelidikan, polisi telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dan mengejar sejumlah orang lainnya.

“Iya benar, pelaku kami amankan, sisanya sedang tim URC kejar,” ujar Tanwin saat dikonfirmasi Tahu Ekspres, Sabtu (8/8/2026).

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap hubungan antara korban dengan orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian. Penyidik juga mendalami dugaan bahwa sebagian pihak yang diperiksa merupakan orang yang memiliki hubungan dekat dengan korban.

“9 saksi sedang diperiksa, diduga orang dekat ini pelaku orang dekat, kita sedang kejar pelaku di wilayah Sumedang hingga ada yang di Jakarta ini,” ujar Tanwin, Minggu (9/8/2026).

Baca Juga:  Bukan Mitos, Melainkan Sejarah: Mahkota Binokasih Dibawa Kembali Mengelilingi Tanah Pasundan

Hingga kini, polisi belum mengungkap secara rinci motif di balik dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut. Penyidik masih mendalami kronologi kejadian, termasuk peran setiap orang yang telah diamankan maupun diperiksa.

Reza menegaskan, kepolisian masih mengembangkan penyelidikan untuk memastikan fakta perkara tersebut dan menghindari kesimpulan sebelum seluruh bukti dan keterangan diperoleh.

“Untuk motif masih kita pelajari karena jangan sampai nanti ada persepsi-persepsi lain. Yang jelas masing-masing punya alibi, dalam lidik akan kita kembangkan,” pungkasnya.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan H meninggal dunia serta memastikan pihak yang bertanggung jawab berdasarkan alat bukti yang diperoleh.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran