GUGAH — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Indramayu melalui Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Indramayu kembali memperkuat gerakan kaderisasi dengan menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) Khusus di Pondok Pesantren Baturrahman Al Hidayah 3, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 8–9 Agustus 2026, tersebut diikuti oleh 86 santri. DTD Khusus ini mengangkat tema “Mencetak Kader yang Tangguh, Berintegritas, Benteng Ulama dan Pengawal NKRI.”
Pelaksanaan DTD Khusus di lingkungan pesantren menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara kaderisasi Ansor-Banser dan dunia pesantren. Para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan mengenai organisasi dan kebanseran, tetapi juga diarahkan untuk memiliki karakter disiplin, tangguh, bertanggung jawab, serta memiliki komitmen terhadap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Ketua PC GP Ansor Indramayu, Gus Ulinniam, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan jantung dari keberlangsungan organisasi. Menurutnya, Ansor dan Banser membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki keberanian, tetapi juga memiliki ilmu, akhlak, integritas, dan kesetiaan terhadap ulama serta bangsa.
“Kader Banser harus memiliki keberanian yang dibangun di atas ilmu, akhlak dan tanggung jawab. Karena menjadi kader bukan hanya tentang mengenakan seragam, tetapi tentang kesiapan untuk berkhidmat kepada ulama, masyarakat, agama, dan bangsa,” tegas Gus Ulinniam.
Ia juga berharap para peserta DTD Khusus dapat menjadi kader yang mampu membawa nilai-nilai pesantren ke tengah kehidupan masyarakat.
“Kami ingin para santri yang mengikuti DTD ini tumbuh menjadi kader yang tangguh dan berintegritas. Mereka harus mampu menjadi benteng ulama, menjaga tradisi keislaman yang moderat, merawat persatuan, serta menjadi pengawal NKRI,” tambahnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Baturrahman Al Hidayah 3, KH. M. Rosyid, menyambut positif pelaksanaan DTD Khusus di lingkungan pesantren. Kehadiran kaderisasi Ansor-Banser diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus wawasan baru bagi para santri dalam mengembangkan kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat.
Pesantren, kata dia, tidak hanya menjadi tempat untuk menuntut ilmu agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan generasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
DTD Khusus ini sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter bagi para peserta. Selama mengikuti kegiatan, para santri dibekali dengan berbagai materi dan pengalaman yang berkaitan dengan kepemimpinan, kedisiplinan, kebanseran, keorganisasian, wawasan kebangsaan, serta nilai-nilai pengabdian.
Sebanyak 86 santri yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi kader muda yang memiliki semangat juang, loyalitas, solidaritas, dan kepedulian sosial.
Kegiatan tersebut juga menegaskan komitmen PC GP Ansor dan Satkorcab Banser Indramayu untuk terus memperluas kaderisasi hingga ke lingkungan pesantren. Dengan demikian, lahir kader-kader muda yang memiliki akar keilmuan pesantren sekaligus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Melalui DTD Khusus ini, PC GP Ansor dan Satkorcab Banser Indramayu berharap terbentuk generasi yang mampu meneruskan perjuangan para ulama, menjaga marwah pesantren, mengabdi kepada masyarakat, serta berdiri teguh dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dari pesantren kita kuatkan kaderisasi, dari kaderisasi kita siapkan generasi pengabdi. Tangguh dalam perjuangan, berintegritas dalam pengabdian, teguh menjaga ulama, dan setia mengawal NKRI,” tukasnya.***



Tinggalkan Balasan